Posts Tagged Palembang

Membuat VLAN dengan menggunakan Vyatta dan Hub

PC low-end dan Hub adalah dua device yang dianggap sebagai legacy equipment dalam pengertian device yang dianggap ketinggalan, yang dianggap tidak mampu untuk membuat suatu network yang handal dan komplek, sebenarnya kedua peralatan ini dapat kita jadikan sistem yang cukup baik dan powerful, dengan konsep yang sebenarnya sangat sederhana dan mudah dimengerti serta bisa dilakukan oleh para pemula maupun para expert di network.

Memang diantara peralatan yang dihubungkan oleh hub masih tetap terjadi broadcast dikarenakan hub tidak bisa mengenali frame dan sifatnya hanya sebagai penerus sinyal elektrik atau sebagai repeater dengan multiport, dikarenakan hub beroperasi pada layer 1 atau physical dari OSI layer sehingga seluruh frame akan di broadcast ke seluruh port, berbeda dengan switch yang mampu membagi collision domain per port karena switch mempunyai kemampuan mengenali frame dan mengetahui MAC address dari peralatan yang terhubung dengannya dan menyimpan MAC address tiap device tersebut pada MAC address tabel, sehingga switch hanya akan meneruskan frame menuju port dimana terdapat MAC address dari peralatan yang menjadi tujuan dan tidak menuju port lain. Dan jika menggunakan Managable Switch seperti Cisco, 3COM, Allied Tellesyns atau vendor lain, switch seperti ini tidak hanya mampu memecah collision domain tetapi juga langsung memecah broadcast domain dikarenakan kemampuannya melakukan grouping port dan melakukan VLAN tagging terhadap frame yang masuk melalui port tersebut.

Bagaimana kalau VLAN tagging dilakukan oleh device pengirim sebelum dikirim menuju hub dan antar device yang saling berhubungan masing ethernet card-nya dibuat sub interface sehingga frame yang keluar langsung di enkapsulasi berdasarkan encapsulation dot1Q sesuai dengan VLAN ID yang dibuat, jadi sub interface yang di tag dengan VLAN ID yang samalah yang bisa berkomunikasi secara langsung, walaupun broadcast tetap terjadi dikarenakan device yang digunakan adalah hub tetapi hubungan antara peralatan harus melalui fungsi routing.

Penyebab broadcast di network antara lain disebabkan karena kerja protocol, antara lain protocol ARP yang mencari MAC dalam upaya membentuk frame di layer 2, routing protocol untuk membentuk rouitng tabel, maupun sebabkan oleh virus.

Sehingga bagaimana agar agar broadcast dari routing protocol tidak di-advertise ke LAN yang ada dibawah router, ini kita bisa lakukan dengan menjadikan interface router yang berhubungan ke LAN sebagai passive interface

Terdapat banyak routing protocol antara lain RIP, RIPv2, IGRP, EIGRP, OSPF. RIP dan OPSF adalah routing protocol bersifat open standard dalam artian bebas dipergunakan diperalatan mana saja dan didukung oleh banyak platform, seperti Linux, UNIX, Cisco, Junifer dan lain-lain. Sedangkan IGRP dan EIGRP adalah dua routing protocol yang merupakan proprietary dari Cisco dan hanya didukung oleh peralatan buatan Cisco, tentu dikarenakan kita menggunakan open source maka kita akan menggunakan routing protocol open standard yaitu antara RIP dan OSPF.

Untuk RIP, routing protocol ini akan mengirimkan update seluruh routing tabelnya setiap 30 detik dengan cara di-broadcast (255.255.255.255), walaupun tidak terjadi perubahan topologi.

Sedangkan OSPF hanya akan mengirimkan update routing tabel jika terjadi perubahan topologi, dan untuk memelihara hubungan antar router yang saling bersebelahan OSPF menggunakan hello packet yang secara default dikirim setiap 10 detik, walaupun paket hello ini dikirim setiap 10 detik pada segmen multiaccess dan point to point. Tetapi tidak sebesar ukuran tabel routing yang dikirimkan oleh RIP. Keuntungan lain dari OSPF adalah konvergensi yang cepat dan skalabilitas untuk implementasi jaringan yang lebih besar.

Untuk lebih jelasnya mari kita lihat contoh topologi dibawah ini

vlan-using-hub1

R1 adalah Router yang berhubungan dengan internet atau merupakan router backbone dari jaringan kita dalam menuju internet, router ini mempunyai 2 interface satu yang menuju internet dan satu lagi yang menuju jaringan lokal, pada interface yang berhubungan dengan internet kita langsung berikan IP address dan pada Interface yang berhubungan dengan jaringan lokal akan kita buat sub interface (vif) dan langsung di enkapsulasi dengan encapsulation dot1Q

vyatta@vyatta:~$ configure

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth0 address 222.124.194.2/27

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 vif 2 address 192.168.2.1/30

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 vif 3 address 192.168.2.5/30

vyatta@vyatta# set protocols static route 0.0.0.0/0 next-hop 222.124.194.1

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.0/30

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.4/30

vyatta@vyatta# set protocols ospf log-adjacency-changes

vyatta@vyatta# set protocols ospf default-information originate

vyatta@vyatta# set service nat rule 1 outbound-interface eth0

vyatta@vyatta# set service nat rule 1 type masquerade

vyatta@vyatta# show

Pada Router R2 berhubungan dengan R1 melalui sub interface pada eth0 dengan vif 2, sedangkan pada eth1 kita buat 3 sub interface yaitu vif 2 untuk berhubungan dengan R4, vif 3 untuk berhubungan dengan R5 dan vif 4 untuk berhubungan dengan R6.

vyatta@vyatta:~$ configure

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth0 vif 2 address 192.168.2.2/30

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 vif 2 address 192.168.2.9/30

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 vif 3 address 192.168.2.13/30

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 vif 4 address 192.168.2.17/30

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.0/30

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.8/30

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.12/30

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.16/30

vyatta@vyatta#

Router R3 berhubungan dengan R1 melalui sub interface pada eth0 dengan vif 3, sedangkan pada eth1 kita buat 3 sub interface yaitu vif 2 untuk berhubungan dengan R7, vif 3 untuk berhubungan dengan R8 dan vif 4 untuk berhubungan dengan R9.

vyatta@vyatta:~$ configure

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth0 vif 3 address 192.168.2.6/30

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 vif 2 address 192.168.2.21/30

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 vif 3 address 192.168.2.25/30

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 vif 4 address 192.168.2.29/30

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.4/30

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.20/30

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.24/30

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.28/30

vyatta@vyatta#

Pada Router 4

vyatta@vyatta:~$ configure

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth0 vif 2 address 192.168.2.10/30

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 address 192.168.3.1/24

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.8/30

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.3.0/24

vyatta@vyatta# set protocols ospf passive-interface eth1

[edit]

vyatta@vyatta#

Pada Router 5

vyatta@vyatta:~$ configure

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth0 vif 3 address 192.168.2.14/30

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 address 192.168.4.1/24

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.12/30

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.4.0/24

vyatta@vyatta# set protocols ospf passive-interface eth1

[edit]

vyatta@vyatta#

Pada Router 6

vyatta@vyatta:~$ configure

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth0 vif 2 address 192.168.2.18/30

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 address 192.168.5.1/24

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.16/30

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.5.0/24

vyatta@vyatta# set protocols ospf passive-interface eth1

[edit]

vyatta@vyatta#

Pada Router 7

vyatta@vyatta:~$ configure

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth0 vif 2 address 192.168.2.22/30

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 address 192.168.6.1/24

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.20/30

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.6.0/24

vyatta@vyatta# set protocols ospf passive-interface eth1

[edit]

vyatta@vyatta#

Pada Router 8

vyatta@vyatta:~$ configure

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth0 vif 2 address 192.168.2.26/30

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 address 192.168.7.1/24

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.24/30

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.7.0/24

vyatta@vyatta# set protocols ospf passive-interface eth1

[edit]

vyatta@vyatta#

Pada Router 8

vyatta@vyatta:~$ configure

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth0 vif 2 address 192.168.2.30/30

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 address 192.168.8.1/24

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.28/30

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.8.0/24

vyatta@vyatta# set protocols ospf passive-interface eth1

[edit]

vyatta@vyatta#

Setelah semua selesai pada user mode tiap router coba ketikkan perintah show ip route dan lihat apakah telah terbentuk routing tabel keseluruh network, lakukan perintah traceroute ke masing-masing alamat network yang ada sehingga kita mengetahui path yang digunakan dalam mencapai tujuan/destination, dan pada PC yang terdapat pada LAN coba lakukan instalasi protocol analyzer wireshark www.wireshark.org untuk mengetahui apakah ada routing protocol yang di broadcast ke local area network. Thanks to vyatta http://vyatta.org great and powerful

Download pdf

membangun-vlan-dengan-pc-butut-dan-hub

poweredbyvyatta_blue

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No Comments

KONFIGURASI VLAN, ROUTING STATIC, DHCP DAN NAT PADA LAYER 3 SWITCH CISCO 3560

Layer 3 switch atau Multilayer Switch adalah switch yang bekerja pada layer 2 dan juga bekerja pada layer 3 yang mempunyai fungsi routing, kemampuan routing pada layer 3 switch antara lain routing antar VLAN berdasarkan encapsulation dot 1Q maupun routing protocol static dan routing protocol dinamis lain seperti Border Gateway Protocol (BGP), Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP), Open Shortest Path First (OSPF), dan Routing Information Protocol (RIP). Pada contoh ini akan diperlihatkan langkah melakukan konfigurasi VLAN pada Catalyst 3560 serta routing antar VLAN, Routing Static, DHCP dan juga NAT.

Skenario

VLAN ID Nama VLAN Alamat Subnet
2 Guest 192.168.0.0/24
3 Student 192.168.1.0/24
4 Lecture 192.168.2.0/24
Interface IP address
Interface vlan 2 192.168.0.1/24
Interface vlan 3 192.168.1.1/24
Interface vlan 4 192.168.2.1/24
Interface gigabitEthernet 0/1 222.124.194.2/27

Topologi

layer-3-switch

Buat Database VLAN pada Switch.

Switch>enable

Switch#vlan

Switch#vlan database

Switch(vlan)#vlan 2 name guest

VLAN 2 added:

Name: guest

Switch(vlan)#vlan 3 name student

VLAN 3 added:

Name: student

Switch(vlan)#vlan 4 name lecture

VLAN 4 added:

Name: lecture

Switch(vlan)#exit

APPLY completed.

Exiting….

Switch#

Masuk ke Global Configuration Mode dan lakukan Grouping Port.

Switch#configure terminal

Switch(config)#interface fastEthernet 0/1

Switch(config-if)#switchport mode access

Switch(config-if)#switchport access vlan 2

Switch(config-if)#exit

Switch(config)#interface fastEthernet 0/2

Switch(config-if)#switchport mode access

Switch(config-if)#switchport access vlan 2

Switch(config-if)#exit

Switch(config)#interface fastEthernet 0/3

Switch(config-if)#switchport mode access

Switch(config-if)#switchport access vlan 3

Switch(config-if)#exit

Switch(config)#interface fastEthernet 0/4

Switch(config-if)#switchport mode access

Switch(config-if)#switchport access vlan 3

Switch(config-if)#exit

Switch(config)#interface fastEthernet 0/5

Switch(config-if)#switchport mode access

Switch(config-if)#switchport access vlan 4

Switch(config-if)#exit

Switch(config)#interface fastEthernet 0/6

Switch(config-if)#switchport mode access

Switch(config-if)#switchport access vlan 4

Switch(config-if)#

Buat Interface VLAN yang berfungsi sebagai gateway tiap-tiap VLAN, Nomor Interface VLAN yang dibuat harus sama VLAN ID yang akan dilewatkan, misalnya interface VLAN 2 itu berfungsi sebagai gateway untuk VLAN 2, begitu juga dengan VLAN yang lain.

Switch(config)#interface vlan 2

Switch(config-if)#ip address 192.168.0.1 255.255.255.0

Switch(config-if)#no shutdown

Switch(config-if)#exit

Switch(config)#interface vlan 3

Switch(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0

Switch(config-if)#no shutdown

Switch(config-if)#exit

Switch(config)#interface vlan 4

Switch(config-if)#ip address 192.168.2.1 255.255.255.0

Switch(config-if)#no shutdown

Switch(config-if)#

Untuk memudahan pemberian IP address pada host tiap-tiap VLAN ada baiknya kita membuat DHCP server, dan pada contoh ini kita akan menggunakan IP 222.124.194.11 sebagai DNS server

Switch(config)#ip dhcp pool vlan2

Switch(dhcp-config)#default-router 192.168.0.1

Switch(dhcp-config)#dns-server 222.124.194.11

Switch(dhcp-config)#network 192.168.0.0 255.255.255.0

Switch(dhcp-config)#exit

Switch(config)#ip dhcp pool vlan3

Switch(dhcp-config)#default-router 192.168.1.1

Switch(dhcp-config)#dns-server 222.124.194.11

Switch(dhcp-config)#network 192.168.1.0 255.255.255.0

Switch(dhcp-config)#exit

Switch(config)#ip dhcp pool vlan4

Switch(dhcp-config)#default-router 192.168.2.1

Switch(dhcp-config)#dns-server 222.124.194.11

Switch(dhcp-config)#network 192.168.2.0 255.255.255.0

Switch(dhcp-config)#exit

Switch(config)#

Berikan IP address pada Interface gigabitEthernet 0/1 (anda bisa mengguakan interface lain jika tidak menggunakan interface ini), perhatikan perintah no switchport , perintah ini digunakan agar interface tersebut itu bisa diberi IP address seperti halnya pada router atau interface layer 3, tanpa perintah ini maka interface pada switch hanya sebagai interface layer 2.

Switch(config)#interface gigabitEthernet 0/1

Switch(config-if)#no switchport

Switch(config-if)#ip address 222.124.194.2 255.255.255.0

Switch(config-if)#no shutdown

Switch(config-if)#exit

Buat default routing yang berfungsi sebagai “the last resort” terhadap tujuan packet dalam menuju alamat yang tidak terdapat pada routing tabel, sehingga packet tidak di-dischard atau dibuang dari network.

Switch(config)#ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 222.124.194.1

Buat NAT sehingga IP private yang berada pada VLAN bisa ditranlasi menuju IP Public, masuk ke interface gigabitEthernet 0/1 dan setting sebgai NAT Outside, kemudian masuk ke tiap-tiap Interface VLAN yang sudah kita buat dan set sebagai NAT Inside.

Switch(config)#interface gigabitEthernet 0/1

Switch(config-if)#ip nat outside

Switch(config-if)#exit

Switch(config)#interface vlan 2

Switch(config-if)#ip nat inside

Switch(config-if)#exit

Switch(config)#interface vlan 3

Switch(config-if)#ip nat inside

Switch(config-if)#exit

Switch(config)#interface vlan 4

Switch(config-if)#ip nat inside

Switch(config-if)#exit

Switch(config)#

Kemudian buat aturan NAT dan jangan lupa untuk mengatur access-list agar mengizinkan packet untuk lewat, perhatikan juga nomor aturan NAT dan access-list keduanya harus mempunya nomor yang sama, jadi kalau aturan NAT-nya menggunakan nomor 1 maka pada access-list juga harus menggunakan nomor 1.

Switch(config)#ip nat inside source list 1 interface gigabitEthernet 0/1 overload

Switch(config)#access-list 1 permit any

Switch(config)#

Kembali ke Privilege Mode dan simpan hasil konfigurasian

Switch(config)#exit

Switch#copy running-config startup-config

Switch#

Download pdf

konfigurasi-layer-3-switch-cisco-3560

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No Comments

Prinsip Redistribute Routing Protocol

Redistribute adalah cara untuk meredistribusikan kembali routing tabel yang dibentuk oleh suatu routing protocol untuk diteruskan ke routing protocol lain. Dengan redistribute kita bisa membentuk routing tabel yang lengkap dari suatu topologi walaupun menggunakan routing protocol yang berbeda. Pada prinsipnya router yang menjadi penghubung antara network dengan routing protocol yang berbeda akan menggunakan routing protocol sesuai dengan routing protocol yang dipergunakan oleh kedua network tersebut, misal interface F0/0 pada router tersebut berhubungan dengan network yang menggunakan RIP maka router tersebut harus menggunakan RIP dan pada F0/1 menggunakan OSPF maka router tersebut juga harus menggunakan OSPF sesuai dengan network tempat interface tersebut terhubung. Untuk membuat agar routing tabel yang dibentuk oleh RIP bisa diteruskan menuju ke OSPF maka dipergunakan redistribute RIP, dan sebaliknya agar routing tabel yang terbentuk pada OSPF bisa diteruskan menuju RIP maka dipergunakanlah redistribute OSPF.

Contoh dibawah ini adalah redistribute RIP dan OSPF

rd-rip-ospf

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No Comments

Instalasi Step by Step Routing Daemon Quagga pada Centos 5.2

Router adalah peralatan atau device yang melakukan fungsi routing, Routing adalah proses meneruskan paket data dari satu network menuju network lain, sehingga data mempunyai path dalam mencapai suatu destination atau tujuan, routing bisa terjadi karena adanya routing tabel, routing tabel bisa terbentuk dengan dua cara yaitu secara Static dan Dyamic. Quagga adalah Routing Daemon yang mendukung routing protokol static maupun routing protocol dynamic seperti RIP, OSPF maupun routing antar Autonomus System yaitu BGP. Dengan Quagga kita bisa menjadikan suatu PC menjadi router yang murah dan cukup handal. Pada tulisan kali ini akan dijelaskan proses step by step instalasi routing daemon Quagga pada Centos 5.2

PERSYARATAN SEBELUM INSTALASI QUAGGA PADA CENTOS 5.2

  • Download iso CentOS 5.2 DVD atau CD atau versi yang terbaru pada mirror yang terdekat atau pada ftp://ftp.unsri.ac.id/linux/Centos/. Lakukan burning ke DVD atau CD
  • Mempunyai koneksi internet
  • IP address yang dipergunakan pada tutorial ini yaitu IP address 192.168.1.4/24 untuk eth0 dan IP address 192.168.2.1/24 untuk eth1

INSTALASI CENTOS

Masukkan DVD atau CD1 dari Centos, dan atur BIOS supaya melakukan booting dari DVD/CD

1

Lakukan Skip untuk menghemat waktu

2

Klik Next

3

Untuk pemilihan language pilih English, kecuali anda mengerti bahasa yang lain :)

4

Pilih keyboard dengan layout U.S. English

5

Klik Yes

6

Pilih Review and modify partitioning layout

7

Tidak pilihan lain (no where to run :-p ) klik yes

8

Pilih Reset dan klik yes

9

Klik New, Mount Point pilih /boot ketik size 100 dan klik Ok

10

Klik bagian partisi yang masih free, klik New, pada File System Type pilih Swap, dan masukkan nilai sebaiknya sebesar dua kali ukuran RAM pada komputer kita, misal ukuran RAM kita 512 maka masukkan nilai 1024, atau anda boleh memasukkan nilai lebih besar dari ukuran tersebut.

11

Klik Free partisi lagi, klik New, Mount Point / (root), pilih Fill to maximum allowable size, sehingga sisa seluruh partisi kan dijadikan partisi root, klik Ok

12

Klik Next

13

Klik Next

14

Untuk Network Device, klik Active on Boot, dan untuk pemberian IP address biarkan dahulu secara automatically via DHCP, sebab nanti kita akan melakukan setting IP address secara manual

15

Pilih Asia/Jakarta

16

Masukkan password root, sesuai dengan password yang anda kehendaki

17

Pilih server, Customize now, klik Next

18

Untuk pemilihan paket

  • Pada Desktop Environment jangan melakukan pemilihan packet
  • Applications pilihlah Editors, Text Based Internet
  • Pada Developments, pilihlah Development Libraries, Development Tools
  • Pada Servers pilihlah, DNS Name Servers, Network Server, Server Configuration Tools, klik Network Server dan pilihlah DHCP dan Quagga
  • Untuk Base system, pilihlah Administration Tools, Base, System Tools
  • Dan kosongkan untuk pilihan paket yang lain

19

Klik Next

20

Hardisk sedang di format

21

Proses Instalasi tengah berlangsung

22

Klik Reboot, proses instalasi selesai

23

DISABLE DAN FIREWALL AND SELINUX

Pilih Firewall configuration dan klik Run Tool

24

Pada Security Level dan SELinux pilih Disabled, klik OK

25

Pilih Exit dan Enter

26

Setelah masuk ke console masukkan username dan password anda, langkah berikutnya kita akan melakukan import GPG keys untuk paket software yang sudah kita instalasi

[root@localhost ~]# rpm –import /etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY*

Agar kita dapat menginstal maupun mengupdate paket yang tidak terdapat pada repository Centos 5.2 lakukan import GPG keys dari wieers.com

[root@localhost ~]# rpm –import http://dag.wieers.com/rpm/packages/RPM-GPG-KEY.dag.txt

SETTING IP ADDRESS PADA INTERFACE ROUTER

[root@localhost network-scripts]# vi ifcfg-eth0

NAME=”"

GATEWAY=192.168.1.1

BOOTPROTO=static

HWADDR=00:0C:29:89:CF:E6

DEVICE=eth0

MTU=”1500″

NETMASK=”255.255.255.0″

BROADCAST=”192.168.1.255″

IPADDR=”192.168.1.4″

NETWORK=”192.168.1.0″

ONBOOT=yes

[root@localhost network-scripts]# vi ifcfg-eth1

NAME=”"

BOOTPROTO=static

HWADDR=00:0C:29:89:CF:F0

DEVICE=eth1

MTU=”1500″

NETMASK=”255.255.255.0″

BROADCAST=”192.168.2.255″

IPADDR=”192.168.2.1″

NETWORK=”192.168.2.0″

ONBOOT=yes

[root@localhost network-scripts]# service network restart

INSTALL DAN UPDATE MENGGUNAKAN YUM

Perintah Yum (Yellow dog Updater Modified) dapat kita gunakan untuk menginstal maupun mengupdate paket secara online dan otomatis akan mencari paket yang kita inginkan tersebut menuju site yang mempunyai repository Centos

INSTALASI QUAGGA

Perintah ini akan menginstalasi quagga jika kita lupa memilih paket Quagga pada saat proses instalasi, dan akan mendownload versi terbaru dari Quagga termasuk file-file dependencies-nya.

[root@localhost ~]# yum install quagga

Masuk ke direktori /etc/quagga/

[root@quagga ~]# cd /etc/quagga/

Melihat daftar file pada direktori tersebut

[root@quagga quagga]# ls

bgpd.conf.sample    ospfd.conf.sample   vtysh.conf         zebra.conf.sample

bgpd.conf.sample2   ripd.conf.sample    vtysh.conf.sample

ospf6d.conf.sample  ripngd.conf.sample  zebra.conf

Terlihat disitu terdapat file  zebra.conf.sample yang merupakan file sample konfigurasi awal dari Quagga, dikarenakan file zebra.conf masih belum ada konfigurasinya ada baiknya kita me-rename atau meng-copy file tersebut dengan nama lain, disini kita akan mengubah nama zebra.conf menjadi zebra.conf.backup, gunakanlah perintah mv

[root@quagga quagga]# mv zebra.conf zebra.conf.backup

Copy zebra.conf.sample menjadi zebra.conf

[root@quagga quagga]# cp zebra.conf.sample zebra.conf

Pada contoh instalasi ini kita akan menggunakan routing protocol OSPF, karena itu ubah nama ospfd.conf.sample menjadi ospfd.conf, jika anda ingin menggunakan protocol yang lain seperti RIP dan BGP maka anda bisa melakukan hal yang sama.

[root@quagga quagga]# cp ospfd.conf.sample ospfd.conf

Lakukan perintah start pada Quagga dan OSPF, agar keduanya diaktifkan dan dijalankan

[root@quagga quagga]# service zebra start

[root@quagga quagga]# service ospfd start

Atur kedua aplikasi juga diaktifkan pada saat boot

[root@quagga quagga]# chkconfig zebra on

[root@quagga quagga]# chkconfig ospfd on

Quagga maupun routing protocol yang digunakan mempunyai file konfigurasi yang berbeda, jika kita terbiasa menggunakan router Cisco maupun Vyatta, kita tidak perlu melakukan konfigurasi secara terpisah, jadi antara Quagga  dan routing protocol-nya pun mempunyai service tersendiri, memang agak sedikit ruwet tetapi bagi kita yang menyukai proses ketimbang semata-mata hasil, tentu hal ini merupakan suatu keasyikan  tersendiri. Untuk melihat daftar port yang digunakan masing-masing service tersebut, kita bisa melihatnya dengan perintah vi /etc/services

[root@quagga quagga]# vi /etc/services

————————————————cut——————————————————–

# Ports numbered 2600 through 2606 are used by the zebra package without

# being registred.  The primary names are the registered names, and the

# unregistered names used by zebra are listed as aliases.

hpstgmgr        2600/tcp        zebrasrv        # HPSTGMGR

hpstgmgr        2600/udp                        # HPSTGMGR

discp-client    2601/tcp        zebra           # discp client

discp-client    2601/udp                        # discp client

discp-server    2602/tcp        ripd            # discp server

discp-server    2602/udp                        # discp server

servicemeter    2603/tcp        ripngd          # Service Meter

servicemeter    2603/udp                        # Service Meter

nsc-ccs         2604/tcp        ospfd           # NSC CCS

————————————————cut——————————————————–

Terlihat disitu bahwa Quagga menggunakan port 2601 dan OSPF menggunakan port 2604, lakukan telnet untuk mengakses service tersebut dengan menggunakan IP loopback 127.o.o.1 dan port yang dipergunakan oleh masing-masing service, sehingga kita bisa melakukan konfigurasi. Bagi yang terbiasa melakukan konfigurasi pada router Cisco, tentu melakukan konfigurasi pada Quagga bukanlah kesulitan yang berarti sebab perintah yang dipergunakan mempunyai banyak kemiripan walau saya sendiri tidak bisa mengatakan berapa persen tingkat kesamaan perintah antara Quagga dan Cisco, silahkan anda cari di Google.

Disini kita akan coba memberikan IP address pada masing-masing interface, sebagai contoh untuk eth0 kita akan menggunakan IP address 192.168.1.4/24 dan untuk eth1 IP address 192.168.2.1/24, dan password yang  pertama kali digunakan untuk login adalah  zebra

KONFIGURASI PADA ZEBRA

[root@quagga quagga]# telnet 127.0.0.1 2601

Trying 127.0.0.1…

Connected to localhost.localdomain (127.0.0.1).

Escape character is ‘^]’.

Hello, this is Quagga (version 0.98.6).

Copyright 1996-2005 Kunihiro Ishiguro, et al.

User Access Verification

Password:

Masuk ke Privilege Mode, ketikkan perintah enable dan masukkan password  zebra

Router> enable

Password:

Pada Privilige Mode ada baiknya kita memeriksa terlebih dahulu interface apa saja yang terdapat pada router kita, hal ini sangat membantu kita pada saat akan melakukan konfigurasi pada interface seperti pemberian IP Address maupun konfigurasi yang lain, lakukan dengan perintah show interface

Router# show interface

Setelah mengetahui interface yang terdapat router kita, masuk ke Global Configuration Mode, ketikkan perintah configure terminal atau anda bisa menyingkat dengan perintah config t

Router# configure terminal

Masuk ke Interface Mode, untuk memberikan IP address pada interface eth0 kita bisa masuk dengan perintah interface eth0

Router(config)# interface eth0

Memberikan IP address

Router(config-if)# ip address 192.168.1.4/24

Router(config-if)# no shutdown

Router(config-if)# exit

Masuk ke interface eth1 dan lakukan hal yang sama seperti pada eth0

Router(config)# interface eth1

Router(config-if)# ip address 192.168.2.1/24

Router(config-if)# no shutdown

Router(config-if)# exit

Dikarenakan kita akan menggunakan OSPF sebaiknya kita juga memberikan IP Address pada interface loopback yang berfungsi sebagai router-ID. Untuk mengerti interface loopback dan router-ID baca tulisan terlebih dahulu mengenai setting router dengan OSPF dan Vyatta pada jaringan inherent

Router(config)# interface lo

Router(config-if)# ip address 10.0.0.1/32

Router(config-if)# exit

Ubah nama hostname

Router(config)# hostname quagga-unsri

Ubah enable password, dimana password ini akan dipergunakan sebagai password untuk masuk ke privilege mode

quagga-unsri(config)# enable password kayarayaselamanya

Ubah password untuk telnet, yang berfungsi sebagai password pada saat kita mengakses Quagga melalui telnet

quagga-unsri(config)# password matimasuksurga

quagga-unsri(config)# exit

Melihat dan mem-verifikasi konfigurasi yang sudah dibuat, apakah sudah sesuai dengan konfigurasi yang kita inginkan lakukan dengan perintah show running-config

quagga-unsri# show running-config

Current configuration:

!

hostname quagga-unsri

password matimasuksurga

enable password kayarayaselamanya

!

interface eth0

ip address 192.168.1.4/24

ipv6 nd suppress-ra

!

interface eth1

ip address 192.168.2.1/24

ipv6 nd suppress-ra

!

interface lo

ip address 10.0.0.1/32

!

interface sit0

ipv6 nd suppress-ra

!

!

–More-

Untuk menyimpan hasil konfigurasi lakukan dengan perintah copy running-config startup-config

quagga-unsri# copy running-config startup-config

Maka konfigurasi akan disimpan pada file zebra.conf

Configuration saved to /etc/quagga/zebra.conf

Keluar dari Quagga

quagga-unsri# exit

Connection closed by foreign host.

KONFIGURASI PADA OSPF

[root@quagga quagga]# telnet 127.0.0.1 2604

Trying 127.0.0.1…

Connected to localhost.localdomain (127.0.0.1).

Escape character is ‘^]’.

Hello, this is Quagga (version 0.98.6).

Copyright 1996-2005 Kunihiro Ishiguro, et al.

User Access Verification

Password:

Masuk ke Privilege Mode

ospfd> enable

Masuk ke Global Configuration Mode

ospfd# configure terminal

Konfigurasi Protocol OSPF

ospfd(config)# router ospf

Masukkan alamat network yang sesuai dengan IP address pada masing-masing interface pada router kita, atau disebut dengan directly connected

ospfd(config-router)# network 192.168.1.0/24 area 0

ospfd(config-router)# network 192.168.2.0/24 area 0

ospfd(config-router)# network 10.0.0.1/32 area 0

Masukkan router-id

ospfd(config-router)# router-id 10.0.0.1

ospfd(config-router)# exit

Ubah hostname

ospfd(config)# hostname ospf-unsri

ospf-unsri(config)# enable password raffaragahdo

ospf-unsri(config)# password palembanglampungsetiapsabtu

ospf-unsri(config)# exit

Melihat hasil konfigurasi

ospf-unsri# show running-config

Current configuration:

!

hostname ospf-unsri

password palembanglampungsetiapsabtu

enable password raffaragahdo

log stdout

!

!

!

interface eth0

!

interface eth1

!

interface lo

!

interface sit0

!

router ospf

ospf router-id 10.0.0.1

network 10.0.0.1/32 area 0.0.0.0

network 192.168.1.0/24 area 0.0.0.0

network 192.168.2.0/24 area 0.0.0.0

!

line vty

!

end

Simpan hasil konfigurasi

ospf-unsri# copy run startup-config

Konfigurasi buat OSPF akan disimpan pada file ospfd.conf

Configuration saved to /etc/quagga/ospfd.conf

Ketik exit untuk keluar dari OSPF

ospf-unsri#exit

Connection closed by foreign host.

Sampai disini tutorial step by step mulai dari instalasi Centos 5.2 dan konfigurasi sederhana pada  Quagga telah kita lakukan, router kita telah siap untuk menerima tugas selanjutnya, pada tulisan berikutnya kita akan coba untuk melakukan routing dengan beberapa router dengan OS yang berbeda dan dengan skenario yang lebih komplek , kita akan melihat bagaimana mereka melakukan tugasnya sebagai router dalam meneruskan paket dari suatu network menuju network lain.

Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang berguna bagi orang lain, mari saling berbagi dan menulislah, sebab ilmu laksana binatang liar, jinakkan mereka dengan cara menulis.

Download pdf

instalasi-step-by-step-routing-daemon-quagga-pada-centos-5e280a6

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

1 Comment

Routing antara Vyatta dan Quagga pada Centos 5.2 dengan Protocol OSPF

quagga-vyatta

[root@quagga ~]# cd /etc/quagga/
[root@quagga quagga]# ls
bgpd.conf.sample ospfd.conf.sample vtysh.conf zebra.conf.sample
bgpd.conf.sample2 ripd.conf.sample vtysh.conf.sample
ospf6d.conf.sample ripngd.conf.sample zebra.conf
[root@quagga quagga]#
[root@quagga quagga]# mv zebra.conf zebra.conf.backup
[root@quagga quagga]# cp zebra.conf.sample zebra.conf
[root@quagga quagga]# cp ospfd.conf.sample ospfd.conf
[root@quagga quagga]#

[root@quagga quagga]# vi /etc/services
————————————————cut——————————————————–
# Ports numbered 2600 through 2606 are used by the zebra package without
# being registred. The primary names are the registered names, and the
# unregistered names used by zebra are listed as aliases.
hpstgmgr 2600/tcp zebrasrv # HPSTGMGR
hpstgmgr 2600/udp # HPSTGMGR
discp-client 2601/tcp zebra # discp client
discp-client 2601/udp # discp client
discp-server 2602/tcp ripd # discp server
discp-server 2602/udp # discp server
servicemeter 2603/tcp ripngd # Service Meter
servicemeter 2603/udp # Service Meter
nsc-ccs 2604/tcp ospfd # NSC CCS
————————————————cut——————————————————–

[root@quagga quagga]# telnet 127.0.0.1 2601
Trying 127.0.0.1…
Connected to quagga.ragahdo.net (127.0.0.1).
Escape character is ‘^]’.

Hello, this is Quagga (version 0.98.6).
Copyright 1996-2005 Kunihiro Ishiguro, et al.
User Access Verification

Password:
Router> enable
Password:
Router# configure t
Router# configure terminal
Router(config)# interface eth0
Router(config-if)# ip address 192.168.1.99/24
Router(config-if)# no shutdown
Router(config-if)# exit
Router(config)# interface eth1
Router(config-if)# ip address 192.168.2.1/24
Router(config-if)# no shutdown
Router(config-if)# exit
Router(config)# interface lo
Router(config-if)# ip address 10.0.0.1/32
Router(config-if)# exit
Router(config)# hostname quagga-unsri
quagga-unsri(config)# enable password kayarayaselamanya
quagga-unsri(config)# password matimasuksurga
quagga-unsri(config)# exit
quagga-unsri# show running-config

Current configuration:
!
hostname quagga-unsri
password matimasuksurga
enable password kayarayaselamanya
!
interface eth0
ip address 192.168.1.99/24
ipv6 nd suppress-ra
!
interface eth1
ip address 192.168.2.1/24
ipv6 nd suppress-ra
!
interface lo
ip address 10.0.0.1/32
!
interface sit0
ipv6 nd suppress-ra
!
!
–More-

quagga-unsri# copy running-config startup-config
Configuration saved to /etc/quagga/zebra.conf
quagga-unsri# exit
Connection closed by foreign host.
[root@quagga quagga]# telnet 127.0.0.1 2604
Trying 127.0.0.1…
Connected to quagga.ragahdo.net (127.0.0.1).
Escape character is ‘^]’.

Hello, this is Quagga (version 0.98.6).
Copyright 1996-2005 Kunihiro Ishiguro, et al.
User Access Verification

Password:
ospfd> enable
ospfd# configure terminal
ospfd(config)# router ospf
ospfd(config-router)# network 192.168.1.0/24 area 0
ospfd(config-router)# network 192.168.2.0/24 area 0
ospfd(config-router)# network 10.0.0.1/32 area 0
ospfd(config-router)# router-id 10.0.0.1
ospfd(config-router)# exit
ospfd(config)# hostname ospf-unsri
ospf-unsri(config)# enable password raffaragahdo
ospf-unsri(config)# password palembanglampungsetiapsabtu
ospf-unsri(config)# exit
ospf-unsri# show running-config

Current configuration:
!
hostname ospf-unsri
password palembanglampungsetiapsabtu
enable password raffaragahdo
log stdout
!
!
!
interface eth0
!
interface eth1
!
interface lo
!
interface sit0
!
router ospf
ospf router-id 10.0.0.1
network 10.0.0.1/32 area 0.0.0.0
network 192.168.1.0/24 area 0.0.0.0
network 192.168.2.0/24 area 0.0.0.0
!
line vty
!
end
ospf-unsri# copy run startup-config
Configuration saved to /etc/quagga/ospfd.conf
ospf-unsri#
Welcome to Vyatta.
This system is open-source software. The exact distribution terms for
each module comprising the full system are described in the individual
files in /usr/share/doc/*/copyright.
Last login: Thu Apr 29 22:42:44 2010
vyatta@vyatta:~$ configure
vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth0 address 192.168.2.2/24
[edit]
vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 address 192.168.3.1/24
[edit]
vyatta@vyatta# set interfaces loopback lo address 10.0.0.2/32
[edit]
vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.0/24
[edit]
vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.3.0/24
[edit]
vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 10.0.0.2/32
[edit]
vyatta@vyatta# set protocols ospf log-adjacency-changes
[edit]
vyatta@vyatta# set protocols ospf parameters router-id 10.0.0.2
[edit]
vyatta@vyatta# set system host-name vyatta-unsri
[edit]
vyatta@vyatta# commit
[edit]
vyatta@vyatta# save
Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…
Done
[edit]
vyatta@vyatta# exit
exit
vyatta@vyatta:~$ show ip route
Codes: K - kernel route, C - connected, S - static, R - RIP, O - OSPF,
I - ISIS, B - BGP, > - selected route, * - FIB route

O>* 10.0.0.1/32 [110/20] via 192.168.2.1, eth0, 00:02:07
O 10.0.0.2/32 [110/10] is directly connected, lo, 00:02:20
C>* 10.0.0.2/32 is directly connected, lo
C>* 127.0.0.0/8 is directly connected, lo
O>* 192.168.1.0/24 [110/20] via 192.168.2.1, eth0, 00:02:07
O 192.168.2.0/24 [110/10] is directly connected, eth0, 00:02:26
C>* 192.168.2.0/24 is directly connected, eth0
O 192.168.3.0/24 [110/10] is directly connected, eth1, 00:02:20
C>* 192.168.3.0/24 is directly connected, eth1

vyatta@vyatta:~$ show ip ospf neighbor detail
Neighbor 10.0.0.1, interface address 192.168.2.1
In the area 0.0.0.0 via interface eth0
Neighbor priority is 1, State is Full, 6 state changes
Most recent state change statistics:
Progressive change 3m44s ago
DR is 192.168.2.1, BDR is 192.168.2.2
Options 2 *|-|-|-|-|-|E|*
Dead timer due in 29.211s
Database Summary List 0
Link State Request List 0
Link State Retransmission List 0
Thread Inactivity Timer on
Thread Database Description Retransmision off
Thread Link State Request Retransmission on
Thread Link State Update Retransmission on

vyatta@vyatta:~$
[root@quagga quagga]# telnet 127.0.0.1 2604
Trying 127.0.0.1…
Connected to quagga.ragahdo.net (127.0.0.1).
Escape character is ‘^]’.

Hello, this is Quagga (version 0.98.6).
Copyright 1996-2005 Kunihiro Ishiguro, et al.
User Access Verification

Password:
ospf-unsri> enable
Password:
ospf-unsri# show ip ospf neighbor detail
Neighbor 10.0.0.2, interface address 192.168.2.2
In the area 0.0.0.0 via interface eth1
Neighbor priority is 1, State is Full, 5 state changes
DR is 192.168.2.1, BDR is 192.168.2.2
Options 2 *|-|-|-|-|-|E|*
Dead timer due in 00:00:34
Database Summary List 0
Link State Request List 0
Link State Retransmission List 0
Thread Inactivity Timer on
Thread Database Description Retransmision off
Thread Link State Request Retransmission on
Thread Link State Update Retransmission on

ospf-unsri#

poweredbyvyatta_bluecentos_icon_60

, , , , , , , , ,

2 Comments

Integrasi Inherent dan Internet dengan memanfaatkan routing OSPF dan Default Routing dengan Vyatta (Case Study AMIK-STMIK Riau)

Pada Router Inherent Perguruan Tinggi

Login ke router

login as: vyatta

vyatta@167.205.148.26’s password:

Linux vyatta 2.6.26-1-486-vyatta #1 SMP Fri Feb 27 01:04:20 GMT 2009 i686

Welcome to Vyatta.

This system is open-source software. The exact distribution terms for

each module comprising the full system are described in the individual

files in /usr/share/doc/*/copyright.

Last login: Mon Dec 7 08:39:26 2009

Masuk ke Configuration Mode

vyatta@vyatta:~$ configure

[edit]

Beri nama hostname pada router

vyatta@vyatta# set system host-name router-inherent

[edit]

Set IP address pada tiap interface

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth0 address 167.205.182.206/30

[edit]

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 address 167.205.148.25/29

[edit]

vyatta@vyatta# set interfaces loopback lo address 118.98.240.208/32

[edit]

vyatta@vyatta# commit

[edit]

vyatta@vyatta# save

Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…

Done

[edit]

Set routing protocol OSPF

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 69 network 167.205.182.204/30

[edit]

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 69 network 167.205.148.24/29

[edit]

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 69 network 118.98.240.208/32

[edit]

vyatta@vyatta# set protocols ospf log-adjacency-changes

[edit]

vyatta@vyatta# set protocols ospf parameters router-id 118.98.240.208

[edit]

vyatta@vyatta# commit

[edit]

vyatta@vyatta# save

Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…

Done

[edit]

Aktifkan ssh dan https

vyatta@vyatta# set service ssh allow-root false

[edit]

vyatta@vyatta# set service ssh port 22

[edit]

vyatta@vyatta# set service https

[edit]

vyatta@vyatta# commit

Generating a 1024 bit RSA private key

..++++++

……………………………..++++++

writing new private key to ‘/etc/lighttpd/server.pem’

—–

Stopping web server: lighttpd.

Starting web server: lighttpd.

Stopping PAGER server

Starting PAGER server

[edit]

vyatta@vyatta# save

Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…

Done

[edit]

Pada Router Inherent-Internet

Login pada router

login as: vyatta

vyatta@167.205.148.26’s password:

Linux vyatta 2.6.26-1-486-vyatta #1 SMP Fri Feb 27 01:04:20 GMT 2009 i686

Welcome to Vyatta.

This system is open-source software. The exact distribution terms for

each module comprising the full system are described in the individual

files in /usr/share/doc/*/copyright.

Last login: Mon Dec 7 08:39:26 2009

Masuk ke Configuration Mode

vyatta@vyatta:~$ configure

[edit]

Beri nama hostname pada router

vyatta@vyatta# set system host-name router-inherent-internet

[edit]

Set IP address pada tiap interface

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth0 address 167.205.148.26/29

[edit]

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 address 202.152.41.102/29

[edit]

vyatta@vyatta# commit

[edit]

vyatta@vyatta# save

Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…

Done

[edit]

Set routing protocol OSPF

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 69 network 167.205.148.24/29

[edit]

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 69 network 202.152.41.96/29

[edit]

vyatta@vyatta# set protocols ospf log-adjacency-changes

[edit]

vyatta@vyatta# commit

[edit]

vyatta@vyatta# save

Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…

Done

[edit]

Aktifkan ssh dan https

vyatta@vyatta# set service ssh allow-root false

[edit]

vyatta@vyatta# set service ssh port 22

[edit]

vyatta@vyatta# set service https

[edit]

vyatta@vyatta# commit

Generating a 1024 bit RSA private key

..++++++

……………………………..++++++

writing new private key to ‘/etc/lighttpd/server.pem’

—–

Stopping web server: lighttpd.

Starting web server: lighttpd.

Stopping PAGER server

Starting PAGER server

[edit]

vyatta@vyatta# save

Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…

Done

[edit]

Buat default routing menuju internet

vyatta@vyatta# set protocols static route 0.0.0.0/0 next-hop 202.152.41.97

[edit]

vyatta@vyatta# commit

[edit]

vyatta@vyatta# save

Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…

Done

[edit]

Buat NAT menuju ke Inherent dan ke internet

vyatta@vyatta# set service nat rule 1 description NAT-Inherent

[edit]

vyatta@vyatta# set service nat rule 1 outbound-interface eth0

[edit]

vyatta@vyatta# set service nat rule 1 type masquerade

[edit]

vyatta@vyatta# commit

[edit]

vyatta@vyatta# save

Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…

Done

[edit]

vyatta@vyatta# set service nat rule 2 description NAT-to-Internet

[edit]

vyatta@vyatta# set service nat rule 2 outbound-interface eth1

[edit]

vyatta@vyatta# set service nat rule 2 type masquerade

[edit]

vyatta@vyatta# commit

[edit]

vyatta@vyatta# save

Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…

Done

[edit]

vyatta@vyatta#

Pada web server kita ubah gateway menuju ke IP 202.152.41.102/29 sehingga server kita tetap mempunyai satu gateway, adapun routing menuju ke internet akan di belokkan router kita menuju IP 202.152.41.97/29. Selamat mencoba :)..

Download pdf

integrasi-inherent-dan-internet-dengan-memanfaatkan-routing OSPF

, , , , , , , , , , ,

3 Comments

Perbandingan Singkat (Brief Comparison) perintah Cisco dan Vyatta

Mode:

Cisco Prompt Nama Mode Vyatta Prompt Nama Mode
Router> User Mode vyatta@vyatta:~$ Operational Mode
Router# Privilege Mode vyatta@vyatta# Configurationmode
Router(config)# Global Configuration Mode

—– VYATTA OPERATIONAL MODE COMMANDS —–

ping
traceroute
show arp
show ip ospf neighbor
show ip ospf database
show ip ospf neighbor detail

show ip ospf border-routers

show ip route
show ip route bgp

show ip route ospf

show ip route connected

show ip route rip

show ip route static

show ip interfaces
show clock
show ip dhcp binding
show ip dhcp server statistics
show vrrp all
show ip nat translations
show ip nat statistics

ping
traceroute
show arp
show ip ospf neighbor
show ip ospf database
show ip ospf neighbor detail

show ip ospf border-routers

show ip route
show ip route bgp

show ip route ospf

show ip route connected

show ip route rip

show ip route static

show interfaces
show host date
show dhcp leases
show dhcp statistics
show vrrp
show nat translations
show nat statistics

—– VYATTA CONFIGURATION MODE COMMANDS —–

SAVE
copy run start save
SHOW
show running-config show
HELP
? ?
SET SERVICE
ip http server
line vty 0 4
password
crypto key generate rsa
(only on some IOS versions)
set service https
set service telnet

set service ssh

DHCP
ip dhcp pool mydhcp

network 192.168.0.0 255.255.255.0

default-router 192.168.0.1

dns-server 192.168.100.1

ip dhcp excluded-address 192.168.0.1 192.168.0.10

set service dhcp-server shared-network-name mydhcp

set service dhcp-server shared-network-name mydhcp subnet 192.168.0.0/24

set service dhcp-server shared-network-name mydhcp subnet 192.168.0.0/24 default-router 192.168.0.1

set service dhcp-server shared-network-name mydhcp subnet 192.168.0.0/24 dns-server 192.168.100.1

set service dhcp-server shared-network-name mydhcp subnet 192.168.0.0/24 exclude 192.168.0.1

set service dhcp-server shared-network-name mydhcp subnet 192.168.0.0/24 exclude 192.168.0.10

SET SYSTEM
ip domain-name
hostname
username …password…
ntp server
ip name-server
terminal monitor
clock timezone
set system domain-name
set system host-name
set system login
set system ntp-server
set system name-server
set system syslog console
set system time-zone
logging
logging facility
logging trap
set system syslog host
set system syslog host … facility
set system syslog host….facility…level….
SET PROTOCOLS …
INTERFACES
interface fastEthernet 0/0

ip address 192.168.1.1 255.255.255.0

duplex auto

speed auto

description LAN

no shutdown

set interfaces ethernet eth0 address 192.168.1.1/24

set interfaces ethernet eth0 duplex auto

set interfaces ethernet eth0 speed auto

set interfaces ethernet eth0 description LAN

OSPF
router ospf 1

network 192.168.1.0 0.0.0.255 area 1

log-adjacency-changes

router-id 192.168.1.1

set protocols ospf area 1 network 192.168.1.0/24

set protocols ospf log-adjacency-changes

set protocols ospf parameters router-id 192.168.1.1

STATIC
ip route 0.0.0.0 0.0.0.0 192.168.0.1
set protocols static route 0.0.0.0/0 next-hop 192.168.0.1
RIP
router rip

network 192.168.1.0

set protocols rip network 192.168.1.0/24
SNMP
snmp-server community … ro|rw
snmp-server community … ACL
snmp-server location
snmp-server contact
set protocols snmp community … authorization ro|rw
set protocols snmp community … client
set protocols snmp location
set protocols snmp contact

, , , , , , , , , , , ,

6 Comments

Routing protocol OSPF dengan Vyatta untuk sub local node INHERENT ke local node UNSRI

Routing, adalah sebuah proses untuk mem-forward paket data dari satu network menuju network lain. Dengan Routing kita dapat membuat dua atau lebih network yang berbeda saling berkomunikasi. Untuk melakukan hal ini, diperlukan suatu peralatan yang disebut router. Pada saat router menerima suatu packet data maka router akan membaca alamat yang menjadi tujuan berdasarkan header yang terdapat pada packet, setelah router mengetahui kemana alamat yang akan dituju maka router akan melihat routing table Dengan routing table inilah maka router akan tahu kemana ia akan meneruskan packet data tersebut.

Routing table menyimpan informasi mengenai network yang terhubung dengannya (Connected Networks) maupun netwok yang tidak terhubung dengannya (Remote networks). Connected networks adalah network yang terhubung dengan salah satu interface pada router. Remote networks adalah network yang tidak terhubung langsung dengan salah interface pada router. Routing Table bisa dibentuk dengan berbagai macam cara yaitu dengan Static Routing maupun Dynamic Routing.

Static Routing adalah Routing Table yang dibentuk dengan cara di-entry secara manual oleh network administrator, sedangkan Dynamic Routing adalah Routing Table yang dibentuk secara otomatis dengan menggunakan dynamic routing protocols.

Dynamic Routing Protocol dibagi kedalam dua kategori yaitu IGP (Interior Gateway Protocols)  dan EGP (Exterior Gateway Protocol)

Interior Gateway Protocols (IGPs) adalah protocol yang melakukan routing didalam satu autonomous systems sedangkan Exterior Gateway Protocol (EGPs) adalah protocol yang melakukan routing antar autonomous systems

IGPs dibagi ke dalam dua kategori lagi yaitu

  • distance-vector
  • link-state protocols

Distance-vector protocol antara lain:

  • Routing Information Protocol (RIP)
  • Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
  • Enhanced IGRP (EIGRP)

Link-state protocols antara lain

  • Open Shortest Path First (OSPF)
  • Intermediate System-to-Intermediate System (IS-IS).

EGPs

Border Gateway Protocol (BGP).

Inherent (Indonesia Higher Education Network) memilih menggunakan protocol OSPF dikarenakan selain OSPF merupakan protocol open system yang bisa digunakan pada router buatan suatu vendor tertentu maupun router yang dibangun dengan software open source, selain itu dikarenakan OSPF menggunakan Link State Algortitma yaitu jika suatu router yang dikonfigurasi dengan link-state routing protocol maka router tersebut akan membuat suatu  “complete view” dari sebuah topologi dengan cara mengumpulkan informasi dari seluruh router. Sehingga mempunyai “the best path” atau jalan terbaik keseluruh network tujuan dalam suatu topologi.

Dalam membuat suatu complete view suatu router harus mencapai kondisi convergence yaitu kondisi dimana seluruh routing table berada dalam kondisi “state of consistency”. Suatu network disebut sudah convergence jika seluruh router sudah mempunyai routing table yang lengkap dan akurat terhadap network. Sedangkan untuk mencapai kondisi convergence, suatu router membutuhkan convergence time yaitu waktu yang dibutuhkan router untuk berbagi infomasi, melakukan kalkulasi “the best paths“, dan melakukan update terhadap routing tables. Secara Umum, RIP and IGRP mempunyai time converge yang lambat, sedangkan EIGRP and OSPF mempunyai time converge yang lebih cepat.

OSPF dikonfigurasi dengan menggunakan perintah router ospf process-id. Process-id adalah nilai antara 1 and 65535 yang dipilih oleh network administrator. Nilai Process-id bersifat local maksudnya tidak mempengaruhi  OSPF routers untuk membangun hubungan dengan router yang bersebelahan. Di dalam topologi inherent, pengelola menggunakan area-id untuk dijadikan process-id

R1(config)#router ospf <process-id>

Router(config-router)#network network-address wildcard-mask area area-id

OSPF network menggunakan gabungan network-address, wildcard-mask dan area-id

Contoh:

R1’s FastEthernet 0/0 interface mempunyai alamat nerwork 167.205.182.124/30. Subnet mask untuk interface ini /30 atau 255.255.255.252. Untuk mendapatkan subnet masknya kurangkan nilai 255.255.255.255 dengan 255.255.255.252, hasil dari pengurangan tersebut menghasilkan wildcard mask

255.255.255.255

- 255.255.255.252 Subtract the subnet mask

——————-

0.  0.  0. 15  Wildcard mask

Area-id merujuk ke  OSPF area. OSPF area kumpulan dari  routers yang saling berbagi informasi link-state. Seluruh routers pada area yang sama harus mempunyai informasi link-state yang sama pada link-state databases-nya.

OSPF router ID digunakan sebagai identitas unik tiap router pada OSPF. Router ID secara simpel ada sebuah IP address. Routers menentukan ID didasarkan 3 kriteria yaitu:

  1. Menggunakan IP address yang dikonfigurasi dengan perintah OSPF router-id
  2. Jika router-id tidak dikonfigurasi, maka router akan memilih IP address tertinggi pada interface loopback.
  3. Jika interfaces loopback tidak ada yang dikonfigurasi maka router akan memilih IP address tertinggi dari interface fisik.

Adapun Interface Loopback adalah Interface yang bersifat logic atau virtual, interface ini tidak ada dalam bentuk fisik, dan sama halnya dengan interface fisik, interface ini mendapat perlakuan yang sama dengan interface fisik, antara lain mendapat alamat IP dan Subnet Mask seperti halnya kita memberikan IP pada Interface fisik, dan karena bersifat logic tentu interface ini tidak akan mengalami kondisi down seperti Interface fisik, sehingga ia merupakan suatu interface yang aktif setiap saat, dan kalau interface ini di-set dengan diberikan IP maka routing protokol OSPF akan menjadikan alamat IP pada interface loopback ini sebagai  Router-ID untuk router tersebut. Dan ia bukan interface yang menghubungkan suatu network ke router, interface ini hanya membutuhkan satu alamat IP sehingga di konfigurasi dengan subnet mask bernilai 255.255.255.255 atau semua bit bernilai 1 atau dalam bentuk prefix yaitu /32

Router dengan Software Open Source Vyatta

(Konfigurasi oleh PT yang terhubung)

Download iso versi terbaru dari Vyatta pada http://vyatta.org (Thanks to Vyatta). Burning ke CD, kemudian booting PC yang akan dijadikan router dari CD ROM (vyatta sangat hemat resource, pengalaman menunjukkan dengan Pentium 4 RAM 256 dan Hardisk 40 GB, Vyatta menunjukkan performance yang cukup baik).

Masukkan username vyatta dan password vyatta (default)

login as: vyatta

password:

Welcome to Vyatta.

This system is open-source software. The exact distribution terms for

each module comprising the full system are described in the individual

files in /usr/share/doc/*/copyright.

Last login: Tue Nov 17 07:06:54 2009

Lakukan instalasi

vyatta@vyatta:~$ install-system

Welcome to the Vyatta install program.  This script

will walk you through the process of installing the

Vyatta image to a local hard drive.

Would you like to continue? (Yes/No) [Yes]: yes

Probing drives: OK

Looking for pre-existing RAID groups…none found.

The Vyatta image will require a minimum 1000MB root.

Would you like me to try to partition a drive automatically

or would you rather partition it manually with parted?  If

you have already setup your partitions, you may skip this step.

Partition (Auto/Union/Parted/Skip) [Auto]:

I found the following drives on your system:

sda  8590MB

Install the image on? [sda]:

This will destroy all data on /dev/sda.

Continue? (Yes/No) [No]: yes

How big of a root partition should I create? (1000MB - 8590MB) [8590]MB:

Creating filesystem on /dev/sda1: OK

Mounting /dev/sda1

Copying system image files to /dev/sda1:OK

I found the following configuration files

/opt/vyatta/etc/config/config.boot

Which one should I copy to sda? [/opt/vyatta/etc/config/config.boot]:

Masukkan password yang diinginkan

Would you like to set the passwords for system users (Yes/No) [Yes]: yes

Enter root password:

Retype root password:

Enter vyatta password:

Retype vyatta password:

I need to install the GRUB boot loader.

I found the following drives on your system:

sda  8590MB

Which drive should GRUB modify the boot partition on? [sda]:

Setting up grub: OK

Done!

vyatta@vyatta:~$

Karena masih dalam keadaan booting dari live CD, lakukan reboot.

Setelah reboot masukkan username vyatta dan password yang kita buat tadi.

Ketik configure untuk masuk ke configuration mode

vyatta@vyatta:~$ configure

[edit]

Set IP sesuai yang didapatkan dari pengelola jaringan inherent

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth0 address 167.205.182.126/30

[edit]

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 address 167.205.145.9/29

[edit]

vyatta@vyatta# set interfaces loopback lo address 118.98.240.184/32

[edit]

Set routing protocol OSPF

vyatta@vyatta# set protocols ospf log-adjacency-changes

[edit]

vyatta@vyatta# set protocols ospf parameters router-id 118.98.240.184

[edit]

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 69 network 167.205.182.124/30

[edit]

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 69 network 167.205.145.8/29

[edit]

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 69 network 118.98.240.184/32

[edit]

Aktifkan konfigurasi

vyatta@vyatta# commit

[edit]

Simpan konfigurasi

vyatta@vyatta# save

Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…

Done

[edit]

vyatta@vyatta# exit

vyatta@vyatta:~$

Melihat routing table yang terbentuk

vyatta@vyatta:~$ show ip route

Codes: K - kernel route, C - connected, S - static, R - RIP, O - OSPF,

I - ISIS, B - BGP, > - selected route, * - FIB route

O  118.98.240.184/32 [110/10] is directly connected, lo, 00:03:32

C>* 118.98.240.184/32 is directly connected, lo

C>* 127.0.0.0/8 is directly connected, lo

O  167.205.145.8/29 [110/10] is directly connected, eth1, 00:03:32

C>* 167.205.145.8/29 is directly connected, eth1

O  167.205.182.124/30 [110/10] is directly connected, eth0, 00:03:37

C>* 167.205.182.124/30 is directly connected, eth0

Melihat database routing

vyatta@vyatta:~$ show ip ospf database

OSPF Router with ID (118.98.240.184)

Router Link States (Area 0.0.0.69)

Link ID  ADV Router  Age  Seq#  CkSum  Link count

118.98.240.184  118.98.240.184  1236 0×80000003 0xf738 3

167.205.182.125 167.205.182.125 1276 0×80000006 0×8e10 1

Net Link States (Area 0.0.0.69)

Link ID  ADV Router  Age  Seq#  CkSum

167.205.182.125 167.205.182.125 1277 0×80000001 0xa33a

Melihat ospf interface

vyatta@vyatta:~$ show ip ospf interface

eth0 is up

ifindex 2, MTU 1500 bytes, BW 0 Kbit <UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST>

Internet Address 167.205.182.126/30, Broadcast 167.205.182.127, Area 0.0.0.69

MTU mismatch detection:enabled

Router ID 118.98.240.184, Network Type BROADCAST, Cost: 10

Transmit Delay is 1 sec, State Backup, Priority 1

Designated Router (ID) 167.205.182.125, Interface Address 167.205.182.125

Backup Designated Router (ID) 118.98.240.184, Interface Address 167.205.182.126

Multicast group memberships: OSPFAllRouters OSPFDesignatedRouters

Timer intervals configured, Hello 10s, Dead 40s, Wait 40s, Retransmit 5

Hello due in 9.124s

Neighbor Count is 1, Adjacent neighbor count is 1

eth1 is up

ifindex 3, MTU 1500 bytes, BW 0 Kbit <UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST>

Internet Address 167.205.145.9/29, Broadcast 167.205.145.15, Area 0.0.0.69

MTU mismatch detection:enabled

Router ID 118.98.240.184, Network Type BROADCAST, Cost: 10

Transmit Delay is 1 sec, State DR, Priority 1

Designated Router (ID) 118.98.240.184, Interface Address 167.205.145.9

No backup designated router on this network

Multicast group memberships: OSPFAllRouters OSPFDesignatedRouters

Timer intervals configured, Hello 10s, Dead 40s, Wait 40s, Retransmit 5

Hello due in 9.124s

Neighbor Count is 0, Adjacent neighbor count is 0

lo is up

ifindex 1, MTU 16436 bytes, BW 0 Kbit <UP,LOOPBACK,RUNNING>

Internet Address 118.98.240.184/32, Area 0.0.0.69

MTU mismatch detection:enabled

Router ID 118.98.240.184, Network Type LOOPBACK, Cost: 10

Transmit Delay is 1 sec, State Loopback, Priority 1

No designated router on this network

No backup designated router on this network

Multicast group memberships: <None>

Timer intervals configured, Hello 10s, Dead 40s, Wait 40s, Retransmit 5

Hello due in inactive

Neighbor Count is 0, Adjacent neighbor count is 0

Melihat ospf neighbor

vyatta@vyatta:~$ show ip ospf neighbor

Neighbor ID Pri State  Dead Time Address  Interface  RXmtL RqstL DBsmL

167.205.182.125  1 Full/DR  33.834s 167.205.182.125 eth0:167.205.182.126  0  0  0

vyatta@vyatta:~$

Download pdf

routing-protocol-ospf-dengan-vyatta-untuk-sub-local-node-UNSRI

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No Comments

Tunneling, Mirroring, Replication dengan Vyatta dan Centos

In progress

, , , , , , , , , , , , ,

1 Comment

InterVLAN Routing dengan Vyatta

VLAN dibuat dengan encapsulation dot 1Q berdasarkan IEEE 802.1Q, yaitu terjadi peristiwa tagging oleh switch pada header frame ethernet, berupa VLAN ID, dan dengan tag yang terdapat pada header frame inilah maka switch akan melihat port mana saja yang mempunyai VLAN ID yang sama dengan frame tersebut, frame hanya akan diteruskan menuju port yang di set  dengan VLAN ID yang sama  dan tidak akan diteruskan menuju port dengan VLAN ID yang berbeda, dengan metode inilah maka terjadilah segmentasi LAN berdasarkan port pada switch, sehingga broadcast yang dihasilkan oleh salah satu host tidak akan diteruskan menuju port dengan VLAN ID yang berbeda atau hanya akan diteruskan ke port dengan VLAN ID yang sama, sehingga terjadi efisiensi pemakaian bandwidth. Kondisi inilah yang membuat VLAN seolah-olah mempunyai banyak LAN dalam pengertian logical tetapi sebenarnya berada dalam satu LAN dalam pengertian physical.

LAN-LAN yang berbeda pada VLAN ini harus mempunyai alamat network yang berbeda, sesuai dengan prinsip dasar di network, maka jika ada dua atau lebih alamat network yang berbeda ingin berkomunikasi maka harus melakukan peristiwa routing. Pada peralatan Cisco, routing antar VLAN bisa dilakukan oeh switch itu sendiri asalkan switch tersebut mempunyai fasilitas routing yaitu Layer 3 Switch, jadi ada switch yang hanya mendukung layer 2 dan ada switch yang mendukung layer 3, tentu dari sisi praktis layer 3 switch lebih praktis, dalam artian kita bisa membuat VLAN sekaligus melakukan routing sehingga antar VLAN yang berbeda tadi bisa berkomunikasi, tetapi dari sisi cost, peralatan switch layer 3 mempunyai harga yang lebih mahal dari switch layer 2.

Sebaliknya jika kita menggunakan switch layer 2 dalam membuat VLAN, kita untuk membuat antar VLAN yang berbeda tadi berkomunikasi atau dengan kata lain melakukan routing antar VLAN maka kita harus menggunakan peralatan tambahan berupa router, tentu dari sisi cost, itu berarti harus ada investasi tambahan peralatan yaitu router. Dari situlah kita berpikir bagaimana membuat jaringan yang handal, efisiensi terhadap cost, tentu sekilas kita melihat seolah ada sesuatu yang berlawanan, (“man uji wong pelembang ado rego ado barang”).

Sebenarnya dua hal itu bukanlah dua hal yang bertentangan asal kita mengerti prinsip keilmuan secara fundamental (back to fundamental back to philosophy), mengerti sebenarnya apa yang terjadi, sehingga mengerti apa yang harus kita lakukan. Ada banyak software opensource yang mendukung encapsulation dot 1 q, antara lain adalah Vyatta (http://vyatta.org - thanks to Vyatta), Vyatta bisa di download secara gratis dan tidak membutuhkan hardware dengan klasifikasi tinggi, dari pengalaman yang sudah dilakukan Vyatta bisa dijalankan pada Pentium III RAM 128 MB dengan harga second dibawah 1 juta rupiah, dan mempunyai kinerja cukup baik (man dipikir-pikir sebenernyo katek yang murah, sebab ilmunyo yang mahal, ilmunyo ini yang betahun-tahun nyarinyo, kopi begelas-gelas nak Cappucino pulok, rokok bebungkus-bungkus, DjiSamSoe pulok, singgonyo dak teritung lagi nilai investasi). Pada studi kasus ini dipergunakan Catalyst 2960-24TT untuk membuat VLAN dan Vyatta versi 5.0.2 untuk Inter VLAN Routing. Untuk lebih jelas mari kita lihat topologi dibawah ini.

Topologi

vlan-webserver-dan-database-server1

Pada Studi kasus ini kita akan membuat 5 VLAN

  1. VLAN 2 labnetwork
  2. VLAN 3 labrobotika
  3. VLAN 4 labelektronika
  4. VLAN 100 webserver
  5. VLAN 101 databaseserver

VLAN 1 tidak dibuat karena sudah ada secara default dan nanti akan digunakan sebagai VLAN Manajemen

Untuk skema pengalamatan

  1. 192.168.1.0/24 untuk VLAN Manajemen
  2. 192.168.2.0/24 untuk VLAN labnetwork
  3. 192.168.3.0/24 untuk VLAN labrobotika
  4. 192.168.100.0/24 untuk VLAN webserver
  5. 192.168.101.0/24 untuk VLAN databaseserver

Pada Cisco Switch

Switch>enable

Switch#configure terminal

Switch(config)#interface range fastEthernet 0/1 - 24

Switch(config-if-range)#shutdown

Switch(config-if-range)#exit

Switch(config)#interface range gigabitEthernet 1/1 - 2

Switch(config-if-range)#shutdown

Switch(config-if-range)#exit

Switch(config)#exit

Switch#vlan database

Switch(vlan)#vtp server

Device mode already VTP SERVER.

Switch(vlan)#vtp domain unsri

Switch(vlan)#vtp password kayarayaselamanyamatimasuksurga

Switch(vlan)#vlan 2 name labnetwork

Switch(vlan)#vlan 3 name labrobotika

Switch(vlan)#vlan 4 name labelektronika

Switch(vlan)#vlan 100 name webserver

Switch(vlan)#vlan 101 name databaseserver

Switch(vlan)#exit

Switch#configure terminal

Switch(config)#hostname VLAN-UNSRI

VLAN-UNSRI(config)#interface vlan 1

VLAN-UNSRI(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#interface fastEthernet 0/1

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport access vlan 2

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#interface fastEthernet 0/2

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport access vlan 2

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#interface fastEthernet 0/3

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport access vlan 3

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#interface fastEthernet 0/4

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport access vlan 3

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#interface fastEthernet 0/5

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport access vlan 4

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#interface fastEthernet 0/6

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport access vlan 4

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#interface fastEthernet 0/23

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport access vlan 100

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#interface fastEthernet 0/24

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport access vlan 101

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config)#interface gigabitEthernet 1/1

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport mode trunk

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport trunk native vlan 1

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#exit

VLAN-UNSRI#copy running-config startup-config

VLAN-UNSRI#

VYATTA routerVLAN

vyatta@routerVLAN:~$

Masuk ke configure mode

vyatta@routerVLAN:~$configure

Set interface pada Ethernet eth2 yang akan di pergunakan sebagai komunikasi native vlan1

vyatta@routerVLAN#set interface Ethernet eth2 address 192.168.1.1/24

Set eth2 sebagai vlan interface 2

vyatta@routerVLAN#set interface Ethernet eth2 vif 2 address 192.168.2.1/24

Set eth2 sebagai vlan interface 3

vyatta@routerVLAN#set interface Ethernet eth2 vif 3 address 192.168.3.1/24

Set eth2 sebagai vlan interface 4

vyatta@routerVLAN#set interface Ethernet eth2 vif 4 address 192.168.4.1/24

Set eth2 sebagai vlan interface 100

vyatta@routerVLAN#set interface Ethernet eth2 vif 100 address 192.168.100.1/24

Set eth2 sebagai vlan interface 101

vyatta@routerVLAN#set interface Ethernet eth2 vif 101 address 192.168.101.1/24

Set DHCP untuk masing VLAN sehingga setiap computer otomatis akan mendapatkan IP sesuai dengan VLAN masing-masing

DHCP untuk VLAN2

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN2 subnet 192.168.2.0/24 default-router 192.168.2.1

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN2 subnet 192.168.2.0/24 start 192.168.2.2 stop 192.168.2.254

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN2 subnet 192.168.2.0/24 dns-server 192.168.100.2

DHCP untuk VLAN3

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN3 subnet 192.168.3.0/24 default-router 192.168.3.1

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN3 subnet 192.168.3.0/24 start 192.168.2.2 stop 192.168.3.254

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN3 subnet 192.168.3.0/24 dns-server 192.168.100.2

DHCP untuk VLAN4

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN4 subnet 192.168.4.0/24 default-router 192.168.4.1

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN4 subnet 192.168.4.0/24 start 192.168.4.2 stop 192.168.4.254

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN4 subnet 192.168.4.0/24 dns-server 192.168.100.2

Set firewall supaya database server hanya bisa diakses oleh Webserver, dan hanya dizinkan untuk mengakses port 3306 yang merupakan port buat MySQL server

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 1 description to-database-server

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 1 destination address 192.168.101.2

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 1 destination port 3306

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 1 source address 192.168.100.2

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 1 protocol tcp

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 1 action accept

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 2 description to-database-server

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 2 destination address 192.168.101.2

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 2 source address 0.0.0.0/0

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 1 protocol all

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 1 action drop

vyatta@routerVLAN#commit

vyatta@routerVLAN#save

Sistem ini bisa di-implementasikan di perkantoran dengan banyak departemen dan banyak user.

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

7 Comments