Posts Tagged Lampung

Routing protocol OSPF dengan Vyatta untuk sub local node INHERENT ke local node UNSRI

Routing, adalah sebuah proses untuk mem-forward paket data dari satu network menuju network lain. Dengan Routing kita dapat membuat dua atau lebih network yang berbeda saling berkomunikasi. Untuk melakukan hal ini, diperlukan suatu peralatan yang disebut router. Pada saat router menerima suatu packet data maka router akan membaca alamat yang menjadi tujuan berdasarkan header yang terdapat pada packet, setelah router mengetahui kemana alamat yang akan dituju maka router akan melihat routing table Dengan routing table inilah maka router akan tahu kemana ia akan meneruskan packet data tersebut.

Routing table menyimpan informasi mengenai network yang terhubung dengannya (Connected Networks) maupun netwok yang tidak terhubung dengannya (Remote networks). Connected networks adalah network yang terhubung dengan salah satu interface pada router. Remote networks adalah network yang tidak terhubung langsung dengan salah interface pada router. Routing Table bisa dibentuk dengan berbagai macam cara yaitu dengan Static Routing maupun Dynamic Routing.

Static Routing adalah Routing Table yang dibentuk dengan cara di-entry secara manual oleh network administrator, sedangkan Dynamic Routing adalah Routing Table yang dibentuk secara otomatis dengan menggunakan dynamic routing protocols.

Dynamic Routing Protocol dibagi kedalam dua kategori yaitu IGP (Interior Gateway Protocols)  dan EGP (Exterior Gateway Protocol)

Interior Gateway Protocols (IGPs) adalah protocol yang melakukan routing didalam satu autonomous systems sedangkan Exterior Gateway Protocol (EGPs) adalah protocol yang melakukan routing antar autonomous systems

IGPs dibagi ke dalam dua kategori lagi yaitu

  • distance-vector
  • link-state protocols

Distance-vector protocol antara lain:

  • Routing Information Protocol (RIP)
  • Interior Gateway Routing Protocol (IGRP)
  • Enhanced IGRP (EIGRP)

Link-state protocols antara lain

  • Open Shortest Path First (OSPF)
  • Intermediate System-to-Intermediate System (IS-IS).

EGPs

Border Gateway Protocol (BGP).

Inherent (Indonesia Higher Education Network) memilih menggunakan protocol OSPF dikarenakan selain OSPF merupakan protocol open system yang bisa digunakan pada router buatan suatu vendor tertentu maupun router yang dibangun dengan software open source, selain itu dikarenakan OSPF menggunakan Link State Algortitma yaitu jika suatu router yang dikonfigurasi dengan link-state routing protocol maka router tersebut akan membuat suatu  “complete view” dari sebuah topologi dengan cara mengumpulkan informasi dari seluruh router. Sehingga mempunyai “the best path” atau jalan terbaik keseluruh network tujuan dalam suatu topologi.

Dalam membuat suatu complete view suatu router harus mencapai kondisi convergence yaitu kondisi dimana seluruh routing table berada dalam kondisi “state of consistency”. Suatu network disebut sudah convergence jika seluruh router sudah mempunyai routing table yang lengkap dan akurat terhadap network. Sedangkan untuk mencapai kondisi convergence, suatu router membutuhkan convergence time yaitu waktu yang dibutuhkan router untuk berbagi infomasi, melakukan kalkulasi “the best paths“, dan melakukan update terhadap routing tables. Secara Umum, RIP and IGRP mempunyai time converge yang lambat, sedangkan EIGRP and OSPF mempunyai time converge yang lebih cepat.

OSPF dikonfigurasi dengan menggunakan perintah router ospf process-id. Process-id adalah nilai antara 1 and 65535 yang dipilih oleh network administrator. Nilai Process-id bersifat local maksudnya tidak mempengaruhi  OSPF routers untuk membangun hubungan dengan router yang bersebelahan. Di dalam topologi inherent, pengelola menggunakan area-id untuk dijadikan process-id

R1(config)#router ospf <process-id>

Router(config-router)#network network-address wildcard-mask area area-id

OSPF network menggunakan gabungan network-address, wildcard-mask dan area-id

Contoh:

R1’s FastEthernet 0/0 interface mempunyai alamat nerwork 167.205.182.124/30. Subnet mask untuk interface ini /30 atau 255.255.255.252. Untuk mendapatkan subnet masknya kurangkan nilai 255.255.255.255 dengan 255.255.255.252, hasil dari pengurangan tersebut menghasilkan wildcard mask

255.255.255.255

- 255.255.255.252 Subtract the subnet mask

——————-

0.  0.  0. 15  Wildcard mask

Area-id merujuk ke  OSPF area. OSPF area kumpulan dari  routers yang saling berbagi informasi link-state. Seluruh routers pada area yang sama harus mempunyai informasi link-state yang sama pada link-state databases-nya.

OSPF router ID digunakan sebagai identitas unik tiap router pada OSPF. Router ID secara simpel ada sebuah IP address. Routers menentukan ID didasarkan 3 kriteria yaitu:

  1. Menggunakan IP address yang dikonfigurasi dengan perintah OSPF router-id
  2. Jika router-id tidak dikonfigurasi, maka router akan memilih IP address tertinggi pada interface loopback.
  3. Jika interfaces loopback tidak ada yang dikonfigurasi maka router akan memilih IP address tertinggi dari interface fisik.

Adapun Interface Loopback adalah Interface yang bersifat logic atau virtual, interface ini tidak ada dalam bentuk fisik, dan sama halnya dengan interface fisik, interface ini mendapat perlakuan yang sama dengan interface fisik, antara lain mendapat alamat IP dan Subnet Mask seperti halnya kita memberikan IP pada Interface fisik, dan karena bersifat logic tentu interface ini tidak akan mengalami kondisi down seperti Interface fisik, sehingga ia merupakan suatu interface yang aktif setiap saat, dan kalau interface ini di-set dengan diberikan IP maka routing protokol OSPF akan menjadikan alamat IP pada interface loopback ini sebagai  Router-ID untuk router tersebut. Dan ia bukan interface yang menghubungkan suatu network ke router, interface ini hanya membutuhkan satu alamat IP sehingga di konfigurasi dengan subnet mask bernilai 255.255.255.255 atau semua bit bernilai 1 atau dalam bentuk prefix yaitu /32

Router dengan Software Open Source Vyatta

(Konfigurasi oleh PT yang terhubung)

Download iso versi terbaru dari Vyatta pada http://vyatta.org (Thanks to Vyatta). Burning ke CD, kemudian booting PC yang akan dijadikan router dari CD ROM (vyatta sangat hemat resource, pengalaman menunjukkan dengan Pentium 4 RAM 256 dan Hardisk 40 GB, Vyatta menunjukkan performance yang cukup baik).

Masukkan username vyatta dan password vyatta (default)

login as: vyatta

password:

Welcome to Vyatta.

This system is open-source software. The exact distribution terms for

each module comprising the full system are described in the individual

files in /usr/share/doc/*/copyright.

Last login: Tue Nov 17 07:06:54 2009

Lakukan instalasi

vyatta@vyatta:~$ install-system

Welcome to the Vyatta install program.  This script

will walk you through the process of installing the

Vyatta image to a local hard drive.

Would you like to continue? (Yes/No) [Yes]: yes

Probing drives: OK

Looking for pre-existing RAID groups…none found.

The Vyatta image will require a minimum 1000MB root.

Would you like me to try to partition a drive automatically

or would you rather partition it manually with parted?  If

you have already setup your partitions, you may skip this step.

Partition (Auto/Union/Parted/Skip) [Auto]:

I found the following drives on your system:

sda  8590MB

Install the image on? [sda]:

This will destroy all data on /dev/sda.

Continue? (Yes/No) [No]: yes

How big of a root partition should I create? (1000MB - 8590MB) [8590]MB:

Creating filesystem on /dev/sda1: OK

Mounting /dev/sda1

Copying system image files to /dev/sda1:OK

I found the following configuration files

/opt/vyatta/etc/config/config.boot

Which one should I copy to sda? [/opt/vyatta/etc/config/config.boot]:

Masukkan password yang diinginkan

Would you like to set the passwords for system users (Yes/No) [Yes]: yes

Enter root password:

Retype root password:

Enter vyatta password:

Retype vyatta password:

I need to install the GRUB boot loader.

I found the following drives on your system:

sda  8590MB

Which drive should GRUB modify the boot partition on? [sda]:

Setting up grub: OK

Done!

vyatta@vyatta:~$

Karena masih dalam keadaan booting dari live CD, lakukan reboot.

Setelah reboot masukkan username vyatta dan password yang kita buat tadi.

Ketik configure untuk masuk ke configuration mode

vyatta@vyatta:~$ configure

[edit]

Set IP sesuai yang didapatkan dari pengelola jaringan inherent

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth0 address 167.205.182.126/30

[edit]

vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 address 167.205.145.9/29

[edit]

vyatta@vyatta# set interfaces loopback lo address 118.98.240.184/32

[edit]

Set routing protocol OSPF

vyatta@vyatta# set protocols ospf log-adjacency-changes

[edit]

vyatta@vyatta# set protocols ospf parameters router-id 118.98.240.184

[edit]

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 69 network 167.205.182.124/30

[edit]

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 69 network 167.205.145.8/29

[edit]

vyatta@vyatta# set protocols ospf area 69 network 118.98.240.184/32

[edit]

Aktifkan konfigurasi

vyatta@vyatta# commit

[edit]

Simpan konfigurasi

vyatta@vyatta# save

Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…

Done

[edit]

vyatta@vyatta# exit

vyatta@vyatta:~$

Melihat routing table yang terbentuk

vyatta@vyatta:~$ show ip route

Codes: K - kernel route, C - connected, S - static, R - RIP, O - OSPF,

I - ISIS, B - BGP, > - selected route, * - FIB route

O  118.98.240.184/32 [110/10] is directly connected, lo, 00:03:32

C>* 118.98.240.184/32 is directly connected, lo

C>* 127.0.0.0/8 is directly connected, lo

O  167.205.145.8/29 [110/10] is directly connected, eth1, 00:03:32

C>* 167.205.145.8/29 is directly connected, eth1

O  167.205.182.124/30 [110/10] is directly connected, eth0, 00:03:37

C>* 167.205.182.124/30 is directly connected, eth0

Melihat database routing

vyatta@vyatta:~$ show ip ospf database

OSPF Router with ID (118.98.240.184)

Router Link States (Area 0.0.0.69)

Link ID  ADV Router  Age  Seq#  CkSum  Link count

118.98.240.184  118.98.240.184  1236 0×80000003 0xf738 3

167.205.182.125 167.205.182.125 1276 0×80000006 0×8e10 1

Net Link States (Area 0.0.0.69)

Link ID  ADV Router  Age  Seq#  CkSum

167.205.182.125 167.205.182.125 1277 0×80000001 0xa33a

Melihat ospf interface

vyatta@vyatta:~$ show ip ospf interface

eth0 is up

ifindex 2, MTU 1500 bytes, BW 0 Kbit <UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST>

Internet Address 167.205.182.126/30, Broadcast 167.205.182.127, Area 0.0.0.69

MTU mismatch detection:enabled

Router ID 118.98.240.184, Network Type BROADCAST, Cost: 10

Transmit Delay is 1 sec, State Backup, Priority 1

Designated Router (ID) 167.205.182.125, Interface Address 167.205.182.125

Backup Designated Router (ID) 118.98.240.184, Interface Address 167.205.182.126

Multicast group memberships: OSPFAllRouters OSPFDesignatedRouters

Timer intervals configured, Hello 10s, Dead 40s, Wait 40s, Retransmit 5

Hello due in 9.124s

Neighbor Count is 1, Adjacent neighbor count is 1

eth1 is up

ifindex 3, MTU 1500 bytes, BW 0 Kbit <UP,BROADCAST,RUNNING,MULTICAST>

Internet Address 167.205.145.9/29, Broadcast 167.205.145.15, Area 0.0.0.69

MTU mismatch detection:enabled

Router ID 118.98.240.184, Network Type BROADCAST, Cost: 10

Transmit Delay is 1 sec, State DR, Priority 1

Designated Router (ID) 118.98.240.184, Interface Address 167.205.145.9

No backup designated router on this network

Multicast group memberships: OSPFAllRouters OSPFDesignatedRouters

Timer intervals configured, Hello 10s, Dead 40s, Wait 40s, Retransmit 5

Hello due in 9.124s

Neighbor Count is 0, Adjacent neighbor count is 0

lo is up

ifindex 1, MTU 16436 bytes, BW 0 Kbit <UP,LOOPBACK,RUNNING>

Internet Address 118.98.240.184/32, Area 0.0.0.69

MTU mismatch detection:enabled

Router ID 118.98.240.184, Network Type LOOPBACK, Cost: 10

Transmit Delay is 1 sec, State Loopback, Priority 1

No designated router on this network

No backup designated router on this network

Multicast group memberships: <None>

Timer intervals configured, Hello 10s, Dead 40s, Wait 40s, Retransmit 5

Hello due in inactive

Neighbor Count is 0, Adjacent neighbor count is 0

Melihat ospf neighbor

vyatta@vyatta:~$ show ip ospf neighbor

Neighbor ID Pri State  Dead Time Address  Interface  RXmtL RqstL DBsmL

167.205.182.125  1 Full/DR  33.834s 167.205.182.125 eth0:167.205.182.126  0  0  0

vyatta@vyatta:~$

Download pdf

routing-protocol-ospf-dengan-vyatta-untuk-sub-local-node-UNSRI

, , , , , , , , , , , , , , , , , ,

No Comments

Administrasi Vyatta dengan Web GUI

Bagaimana mengadministrasi Vyatta dengan menggunakan GUI, bagi yang sudah  terbiasa dengan perintah console baik itu di CLI Cisco, Linux dengan Shell Command hal tersebut bukanlah suatu permasalahan yang berarti tetapi bagi yang belum terbiasa dan belum mengerti konsep fundamental dari network yang baik tentu akan mengalami sedikit kerepotan. Untuk mengadministrasi vyatta dengan GUI dapat dilakukan dengan mudah yaitu dengan cara mengaktifkannya dulu pada console (lagi-lagi console pucing dech…:) ), dan disini kita menggunakan Vyatta versi 5.0.2 (thanks to Vyatta - http://vyatta.org).

login as: vyatta
vyatta@192.168.0.1’s password:
Linux vyatta 2.6.26-1-486-vyatta #1 SMP Fri Feb 27 01:04:20 GMT 2009 i686
Welcome to Vyatta.
This system is open-source software. The exact distribution terms for
each module comprising the full system are described in the individual
files in /usr/share/doc/*/copyright.
Last login: Sat Oct 24 10:12:25 2009 from 192.168.0.199
vyatta@vyatta:~$ configure
[edit]
vyatta@vyatta# set service https
[edit]
vyatta@vyatta# commit
No configuration changes to commit
[edit]
vyatta@vyatta# save
Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…
Done
[edit]

vyatta@vyatta#

Seterusnya buka web browser ketikkan http://192.168.01 ( atau sesuai dengan IP yang kita berikan pada mesin vyatta kita. Setelah tampil pada web browser masukkan username dan password kemudian login.

, , , , , , , , , , , , , , , , ,

No Comments

InterVLAN Routing dengan Vyatta

VLAN dibuat dengan encapsulation dot 1Q berdasarkan IEEE 802.1Q, yaitu terjadi peristiwa tagging oleh switch pada header frame ethernet, berupa VLAN ID, dan dengan tag yang terdapat pada header frame inilah maka switch akan melihat port mana saja yang mempunyai VLAN ID yang sama dengan frame tersebut, frame hanya akan diteruskan menuju port yang di set  dengan VLAN ID yang sama  dan tidak akan diteruskan menuju port dengan VLAN ID yang berbeda, dengan metode inilah maka terjadilah segmentasi LAN berdasarkan port pada switch, sehingga broadcast yang dihasilkan oleh salah satu host tidak akan diteruskan menuju port dengan VLAN ID yang berbeda atau hanya akan diteruskan ke port dengan VLAN ID yang sama, sehingga terjadi efisiensi pemakaian bandwidth. Kondisi inilah yang membuat VLAN seolah-olah mempunyai banyak LAN dalam pengertian logical tetapi sebenarnya berada dalam satu LAN dalam pengertian physical.

LAN-LAN yang berbeda pada VLAN ini harus mempunyai alamat network yang berbeda, sesuai dengan prinsip dasar di network, maka jika ada dua atau lebih alamat network yang berbeda ingin berkomunikasi maka harus melakukan peristiwa routing. Pada peralatan Cisco, routing antar VLAN bisa dilakukan oeh switch itu sendiri asalkan switch tersebut mempunyai fasilitas routing yaitu Layer 3 Switch, jadi ada switch yang hanya mendukung layer 2 dan ada switch yang mendukung layer 3, tentu dari sisi praktis layer 3 switch lebih praktis, dalam artian kita bisa membuat VLAN sekaligus melakukan routing sehingga antar VLAN yang berbeda tadi bisa berkomunikasi, tetapi dari sisi cost, peralatan switch layer 3 mempunyai harga yang lebih mahal dari switch layer 2.

Sebaliknya jika kita menggunakan switch layer 2 dalam membuat VLAN, kita untuk membuat antar VLAN yang berbeda tadi berkomunikasi atau dengan kata lain melakukan routing antar VLAN maka kita harus menggunakan peralatan tambahan berupa router, tentu dari sisi cost, itu berarti harus ada investasi tambahan peralatan yaitu router. Dari situlah kita berpikir bagaimana membuat jaringan yang handal, efisiensi terhadap cost, tentu sekilas kita melihat seolah ada sesuatu yang berlawanan, (“man uji wong pelembang ado rego ado barang”).

Sebenarnya dua hal itu bukanlah dua hal yang bertentangan asal kita mengerti prinsip keilmuan secara fundamental (back to fundamental back to philosophy), mengerti sebenarnya apa yang terjadi, sehingga mengerti apa yang harus kita lakukan. Ada banyak software opensource yang mendukung encapsulation dot 1 q, antara lain adalah Vyatta (http://vyatta.org - thanks to Vyatta), Vyatta bisa di download secara gratis dan tidak membutuhkan hardware dengan klasifikasi tinggi, dari pengalaman yang sudah dilakukan Vyatta bisa dijalankan pada Pentium III RAM 128 MB dengan harga second dibawah 1 juta rupiah, dan mempunyai kinerja cukup baik (man dipikir-pikir sebenernyo katek yang murah, sebab ilmunyo yang mahal, ilmunyo ini yang betahun-tahun nyarinyo, kopi begelas-gelas nak Cappucino pulok, rokok bebungkus-bungkus, DjiSamSoe pulok, singgonyo dak teritung lagi nilai investasi). Pada studi kasus ini dipergunakan Catalyst 2960-24TT untuk membuat VLAN dan Vyatta versi 5.0.2 untuk Inter VLAN Routing. Untuk lebih jelas mari kita lihat topologi dibawah ini.

Topologi

vlan-webserver-dan-database-server1

Pada Studi kasus ini kita akan membuat 5 VLAN

  1. VLAN 2 labnetwork
  2. VLAN 3 labrobotika
  3. VLAN 4 labelektronika
  4. VLAN 100 webserver
  5. VLAN 101 databaseserver

VLAN 1 tidak dibuat karena sudah ada secara default dan nanti akan digunakan sebagai VLAN Manajemen

Untuk skema pengalamatan

  1. 192.168.1.0/24 untuk VLAN Manajemen
  2. 192.168.2.0/24 untuk VLAN labnetwork
  3. 192.168.3.0/24 untuk VLAN labrobotika
  4. 192.168.100.0/24 untuk VLAN webserver
  5. 192.168.101.0/24 untuk VLAN databaseserver

Pada Cisco Switch

Switch>enable

Switch#configure terminal

Switch(config)#interface range fastEthernet 0/1 - 24

Switch(config-if-range)#shutdown

Switch(config-if-range)#exit

Switch(config)#interface range gigabitEthernet 1/1 - 2

Switch(config-if-range)#shutdown

Switch(config-if-range)#exit

Switch(config)#exit

Switch#vlan database

Switch(vlan)#vtp server

Device mode already VTP SERVER.

Switch(vlan)#vtp domain unsri

Switch(vlan)#vtp password kayarayaselamanyamatimasuksurga

Switch(vlan)#vlan 2 name labnetwork

Switch(vlan)#vlan 3 name labrobotika

Switch(vlan)#vlan 4 name labelektronika

Switch(vlan)#vlan 100 name webserver

Switch(vlan)#vlan 101 name databaseserver

Switch(vlan)#exit

Switch#configure terminal

Switch(config)#hostname VLAN-UNSRI

VLAN-UNSRI(config)#interface vlan 1

VLAN-UNSRI(config-if)#ip address 192.168.1.1 255.255.255.0

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#interface fastEthernet 0/1

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport access vlan 2

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#interface fastEthernet 0/2

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport access vlan 2

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#interface fastEthernet 0/3

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport access vlan 3

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#interface fastEthernet 0/4

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport access vlan 3

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#interface fastEthernet 0/5

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport access vlan 4

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#interface fastEthernet 0/6

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport access vlan 4

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#interface fastEthernet 0/23

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport access vlan 100

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#interface fastEthernet 0/24

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport access vlan 101

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config)#interface gigabitEthernet 1/1

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport mode trunk

VLAN-UNSRI(config-if)#switchport trunk native vlan 1

VLAN-UNSRI(config-if)#no shutdown

VLAN-UNSRI(config-if)#exit

VLAN-UNSRI(config)#exit

VLAN-UNSRI#copy running-config startup-config

VLAN-UNSRI#

VYATTA routerVLAN

vyatta@routerVLAN:~$

Masuk ke configure mode

vyatta@routerVLAN:~$configure

Set interface pada Ethernet eth2 yang akan di pergunakan sebagai komunikasi native vlan1

vyatta@routerVLAN#set interface Ethernet eth2 address 192.168.1.1/24

Set eth2 sebagai vlan interface 2

vyatta@routerVLAN#set interface Ethernet eth2 vif 2 address 192.168.2.1/24

Set eth2 sebagai vlan interface 3

vyatta@routerVLAN#set interface Ethernet eth2 vif 3 address 192.168.3.1/24

Set eth2 sebagai vlan interface 4

vyatta@routerVLAN#set interface Ethernet eth2 vif 4 address 192.168.4.1/24

Set eth2 sebagai vlan interface 100

vyatta@routerVLAN#set interface Ethernet eth2 vif 100 address 192.168.100.1/24

Set eth2 sebagai vlan interface 101

vyatta@routerVLAN#set interface Ethernet eth2 vif 101 address 192.168.101.1/24

Set DHCP untuk masing VLAN sehingga setiap computer otomatis akan mendapatkan IP sesuai dengan VLAN masing-masing

DHCP untuk VLAN2

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN2 subnet 192.168.2.0/24 default-router 192.168.2.1

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN2 subnet 192.168.2.0/24 start 192.168.2.2 stop 192.168.2.254

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN2 subnet 192.168.2.0/24 dns-server 192.168.100.2

DHCP untuk VLAN3

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN3 subnet 192.168.3.0/24 default-router 192.168.3.1

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN3 subnet 192.168.3.0/24 start 192.168.2.2 stop 192.168.3.254

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN3 subnet 192.168.3.0/24 dns-server 192.168.100.2

DHCP untuk VLAN4

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN4 subnet 192.168.4.0/24 default-router 192.168.4.1

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN4 subnet 192.168.4.0/24 start 192.168.4.2 stop 192.168.4.254

vyatta@routerVLAN#set service dhcp-server shared-network-name VLAN4 subnet 192.168.4.0/24 dns-server 192.168.100.2

Set firewall supaya database server hanya bisa diakses oleh Webserver, dan hanya dizinkan untuk mengakses port 3306 yang merupakan port buat MySQL server

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 1 description to-database-server

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 1 destination address 192.168.101.2

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 1 destination port 3306

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 1 source address 192.168.100.2

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 1 protocol tcp

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 1 action accept

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 2 description to-database-server

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 2 destination address 192.168.101.2

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 2 source address 0.0.0.0/0

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 1 protocol all

vyatta@routerVLAN#set firewall name dbsafe rule 1 action drop

vyatta@routerVLAN#commit

vyatta@routerVLAN#save

Sistem ini bisa di-implementasikan di perkantoran dengan banyak departemen dan banyak user.

, , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , ,

7 Comments