Archive for category Linux
Instalasi Step by Step Routing Daemon Quagga pada Centos 5.2
Router adalah peralatan atau device yang melakukan fungsi routing, Routing adalah proses meneruskan paket data dari satu network menuju network lain, sehingga data mempunyai path dalam mencapai suatu destination atau tujuan, routing bisa terjadi karena adanya routing tabel, routing tabel bisa terbentuk dengan dua cara yaitu secara Static dan Dyamic. Quagga adalah Routing Daemon yang mendukung routing protokol static maupun routing protocol dynamic seperti RIP, OSPF maupun routing antar Autonomus System yaitu BGP. Dengan Quagga kita bisa menjadikan suatu PC menjadi router yang murah dan cukup handal. Pada tulisan kali ini akan dijelaskan proses step by step instalasi routing daemon Quagga pada Centos 5.2
PERSYARATAN SEBELUM INSTALASI QUAGGA PADA CENTOS 5.2
- Download iso CentOS 5.2 DVD atau CD atau versi yang terbaru pada mirror yang terdekat atau pada ftp://ftp.unsri.ac.id/linux/Centos/. Lakukan burning ke DVD atau CD
- Mempunyai koneksi internet
- IP address yang dipergunakan pada tutorial ini yaitu IP address 192.168.1.4/24 untuk eth0 dan IP address 192.168.2.1/24 untuk eth1
INSTALASI CENTOS
Masukkan DVD atau CD1 dari Centos, dan atur BIOS supaya melakukan booting dari DVD/CD
Lakukan Skip untuk menghemat waktu
Klik Next
Untuk pemilihan language pilih English, kecuali anda mengerti bahasa yang lain
Pilih keyboard dengan layout U.S. English
Klik Yes
Pilih Review and modify partitioning layout
Tidak pilihan lain (no where to run :-p ) klik yes
Pilih Reset dan klik yes
Klik New, Mount Point pilih /boot ketik size 100 dan klik Ok
Klik bagian partisi yang masih free, klik New, pada File System Type pilih Swap, dan masukkan nilai sebaiknya sebesar dua kali ukuran RAM pada komputer kita, misal ukuran RAM kita 512 maka masukkan nilai 1024, atau anda boleh memasukkan nilai lebih besar dari ukuran tersebut.
Klik Free partisi lagi, klik New, Mount Point / (root), pilih Fill to maximum allowable size, sehingga sisa seluruh partisi kan dijadikan partisi root, klik Ok
Klik Next
Klik Next
Untuk Network Device, klik Active on Boot, dan untuk pemberian IP address biarkan dahulu secara automatically via DHCP, sebab nanti kita akan melakukan setting IP address secara manual
Pilih Asia/Jakarta
Masukkan password root, sesuai dengan password yang anda kehendaki
Pilih server, Customize now, klik Next
Untuk pemilihan paket
- Pada Desktop Environment jangan melakukan pemilihan packet
- Applications pilihlah Editors, Text Based Internet
- Pada Developments, pilihlah Development Libraries, Development Tools
- Pada Servers pilihlah, DNS Name Servers, Network Server, Server Configuration Tools, klik Network Server dan pilihlah DHCP dan Quagga
- Untuk Base system, pilihlah Administration Tools, Base, System Tools
- Dan kosongkan untuk pilihan paket yang lain
Klik Next
Hardisk sedang di format
Proses Instalasi tengah berlangsung
Klik Reboot, proses instalasi selesai
DISABLE DAN FIREWALL AND SELINUX
Pilih Firewall configuration dan klik Run Tool
Pada Security Level dan SELinux pilih Disabled, klik OK
Pilih Exit dan Enter
Setelah masuk ke console masukkan username dan password anda, langkah berikutnya kita akan melakukan import GPG keys untuk paket software yang sudah kita instalasi
[root@localhost ~]# rpm –import /etc/pki/rpm-gpg/RPM-GPG-KEY*
Agar kita dapat menginstal maupun mengupdate paket yang tidak terdapat pada repository Centos 5.2 lakukan import GPG keys dari wieers.com
[root@localhost ~]# rpm –import http://dag.wieers.com/rpm/packages/RPM-GPG-KEY.dag.txt
SETTING IP ADDRESS PADA INTERFACE ROUTER
[root@localhost network-scripts]# vi ifcfg-eth0
NAME=”"
GATEWAY=192.168.1.1
BOOTPROTO=static
HWADDR=00:0C:29:89:CF:E6
DEVICE=eth0
MTU=”1500″
NETMASK=”255.255.255.0″
BROADCAST=”192.168.1.255″
IPADDR=”192.168.1.4″
NETWORK=”192.168.1.0″
ONBOOT=yes
[root@localhost network-scripts]# vi ifcfg-eth1
NAME=”"
BOOTPROTO=static
HWADDR=00:0C:29:89:CF:F0
DEVICE=eth1
MTU=”1500″
NETMASK=”255.255.255.0″
BROADCAST=”192.168.2.255″
IPADDR=”192.168.2.1″
NETWORK=”192.168.2.0″
ONBOOT=yes
[root@localhost network-scripts]# service network restart
INSTALL DAN UPDATE MENGGUNAKAN YUM
Perintah Yum (Yellow dog Updater Modified) dapat kita gunakan untuk menginstal maupun mengupdate paket secara online dan otomatis akan mencari paket yang kita inginkan tersebut menuju site yang mempunyai repository Centos
INSTALASI QUAGGA
Perintah ini akan menginstalasi quagga jika kita lupa memilih paket Quagga pada saat proses instalasi, dan akan mendownload versi terbaru dari Quagga termasuk file-file dependencies-nya.
[root@localhost ~]# yum install quagga
Masuk ke direktori /etc/quagga/
[root@quagga ~]# cd /etc/quagga/
Melihat daftar file pada direktori tersebut
[root@quagga quagga]# ls
bgpd.conf.sample ospfd.conf.sample vtysh.conf zebra.conf.sample
bgpd.conf.sample2 ripd.conf.sample vtysh.conf.sample
ospf6d.conf.sample ripngd.conf.sample zebra.conf
Terlihat disitu terdapat file zebra.conf.sample yang merupakan file sample konfigurasi awal dari Quagga, dikarenakan file zebra.conf masih belum ada konfigurasinya ada baiknya kita me-rename atau meng-copy file tersebut dengan nama lain, disini kita akan mengubah nama zebra.conf menjadi zebra.conf.backup, gunakanlah perintah mv
[root@quagga quagga]# mv zebra.conf zebra.conf.backup
Copy zebra.conf.sample menjadi zebra.conf
[root@quagga quagga]# cp zebra.conf.sample zebra.conf
Pada contoh instalasi ini kita akan menggunakan routing protocol OSPF, karena itu ubah nama ospfd.conf.sample menjadi ospfd.conf, jika anda ingin menggunakan protocol yang lain seperti RIP dan BGP maka anda bisa melakukan hal yang sama.
[root@quagga quagga]# cp ospfd.conf.sample ospfd.conf
Lakukan perintah start pada Quagga dan OSPF, agar keduanya diaktifkan dan dijalankan
[root@quagga quagga]# service zebra start
[root@quagga quagga]# service ospfd start
Atur kedua aplikasi juga diaktifkan pada saat boot
[root@quagga quagga]# chkconfig zebra on
[root@quagga quagga]# chkconfig ospfd on
Quagga maupun routing protocol yang digunakan mempunyai file konfigurasi yang berbeda, jika kita terbiasa menggunakan router Cisco maupun Vyatta, kita tidak perlu melakukan konfigurasi secara terpisah, jadi antara Quagga dan routing protocol-nya pun mempunyai service tersendiri, memang agak sedikit ruwet tetapi bagi kita yang menyukai proses ketimbang semata-mata hasil, tentu hal ini merupakan suatu keasyikan tersendiri. Untuk melihat daftar port yang digunakan masing-masing service tersebut, kita bisa melihatnya dengan perintah vi /etc/services
[root@quagga quagga]# vi /etc/services
————————————————cut——————————————————–
# Ports numbered 2600 through 2606 are used by the zebra package without
# being registred. The primary names are the registered names, and the
# unregistered names used by zebra are listed as aliases.
hpstgmgr 2600/tcp zebrasrv # HPSTGMGR
hpstgmgr 2600/udp # HPSTGMGR
discp-client 2601/tcp zebra # discp client
discp-client 2601/udp # discp client
discp-server 2602/tcp ripd # discp server
discp-server 2602/udp # discp server
servicemeter 2603/tcp ripngd # Service Meter
servicemeter 2603/udp # Service Meter
nsc-ccs 2604/tcp ospfd # NSC CCS
————————————————cut——————————————————–
Terlihat disitu bahwa Quagga menggunakan port 2601 dan OSPF menggunakan port 2604, lakukan telnet untuk mengakses service tersebut dengan menggunakan IP loopback 127.o.o.1 dan port yang dipergunakan oleh masing-masing service, sehingga kita bisa melakukan konfigurasi. Bagi yang terbiasa melakukan konfigurasi pada router Cisco, tentu melakukan konfigurasi pada Quagga bukanlah kesulitan yang berarti sebab perintah yang dipergunakan mempunyai banyak kemiripan walau saya sendiri tidak bisa mengatakan berapa persen tingkat kesamaan perintah antara Quagga dan Cisco, silahkan anda cari di Google.
Disini kita akan coba memberikan IP address pada masing-masing interface, sebagai contoh untuk eth0 kita akan menggunakan IP address 192.168.1.4/24 dan untuk eth1 IP address 192.168.2.1/24, dan password yang pertama kali digunakan untuk login adalah zebra
KONFIGURASI PADA ZEBRA
[root@quagga quagga]# telnet 127.0.0.1 2601
Trying 127.0.0.1…
Connected to localhost.localdomain (127.0.0.1).
Escape character is ‘^]’.
Hello, this is Quagga (version 0.98.6).
Copyright 1996-2005 Kunihiro Ishiguro, et al.
User Access Verification
Password:
Masuk ke Privilege Mode, ketikkan perintah enable dan masukkan password zebra
Router> enable
Password:
Pada Privilige Mode ada baiknya kita memeriksa terlebih dahulu interface apa saja yang terdapat pada router kita, hal ini sangat membantu kita pada saat akan melakukan konfigurasi pada interface seperti pemberian IP Address maupun konfigurasi yang lain, lakukan dengan perintah show interface
Router# show interface
Setelah mengetahui interface yang terdapat router kita, masuk ke Global Configuration Mode, ketikkan perintah configure terminal atau anda bisa menyingkat dengan perintah config t
Router# configure terminal
Masuk ke Interface Mode, untuk memberikan IP address pada interface eth0 kita bisa masuk dengan perintah interface eth0
Router(config)# interface eth0
Memberikan IP address
Router(config-if)# ip address 192.168.1.4/24
Router(config-if)# no shutdown
Router(config-if)# exit
Masuk ke interface eth1 dan lakukan hal yang sama seperti pada eth0
Router(config)# interface eth1
Router(config-if)# ip address 192.168.2.1/24
Router(config-if)# no shutdown
Router(config-if)# exit
Dikarenakan kita akan menggunakan OSPF sebaiknya kita juga memberikan IP Address pada interface loopback yang berfungsi sebagai router-ID. Untuk mengerti interface loopback dan router-ID baca tulisan terlebih dahulu mengenai setting router dengan OSPF dan Vyatta pada jaringan inherent
Router(config)# interface lo
Router(config-if)# ip address 10.0.0.1/32
Router(config-if)# exit
Ubah nama hostname
Router(config)# hostname quagga-unsri
Ubah enable password, dimana password ini akan dipergunakan sebagai password untuk masuk ke privilege mode
quagga-unsri(config)# enable password kayarayaselamanya
Ubah password untuk telnet, yang berfungsi sebagai password pada saat kita mengakses Quagga melalui telnet
quagga-unsri(config)# password matimasuksurga
quagga-unsri(config)# exit
Melihat dan mem-verifikasi konfigurasi yang sudah dibuat, apakah sudah sesuai dengan konfigurasi yang kita inginkan lakukan dengan perintah show running-config
quagga-unsri# show running-config
Current configuration:
!
hostname quagga-unsri
password matimasuksurga
enable password kayarayaselamanya
!
interface eth0
ip address 192.168.1.4/24
ipv6 nd suppress-ra
!
interface eth1
ip address 192.168.2.1/24
ipv6 nd suppress-ra
!
interface lo
ip address 10.0.0.1/32
!
interface sit0
ipv6 nd suppress-ra
!
!
–More-
Untuk menyimpan hasil konfigurasi lakukan dengan perintah copy running-config startup-config
quagga-unsri# copy running-config startup-config
Maka konfigurasi akan disimpan pada file zebra.conf
Configuration saved to /etc/quagga/zebra.conf
Keluar dari Quagga
quagga-unsri# exit
Connection closed by foreign host.
KONFIGURASI PADA OSPF
[root@quagga quagga]# telnet 127.0.0.1 2604
Trying 127.0.0.1…
Connected to localhost.localdomain (127.0.0.1).
Escape character is ‘^]’.
Hello, this is Quagga (version 0.98.6).
Copyright 1996-2005 Kunihiro Ishiguro, et al.
User Access Verification
Password:
Masuk ke Privilege Mode
ospfd> enable
Masuk ke Global Configuration Mode
ospfd# configure terminal
Konfigurasi Protocol OSPF
ospfd(config)# router ospf
Masukkan alamat network yang sesuai dengan IP address pada masing-masing interface pada router kita, atau disebut dengan directly connected
ospfd(config-router)# network 192.168.1.0/24 area 0
ospfd(config-router)# network 192.168.2.0/24 area 0
ospfd(config-router)# network 10.0.0.1/32 area 0
Masukkan router-id
ospfd(config-router)# router-id 10.0.0.1
ospfd(config-router)# exit
Ubah hostname
ospfd(config)# hostname ospf-unsri
ospf-unsri(config)# enable password raffaragahdo
ospf-unsri(config)# password palembanglampungsetiapsabtu
ospf-unsri(config)# exit
Melihat hasil konfigurasi
ospf-unsri# show running-config
Current configuration:
!
hostname ospf-unsri
password palembanglampungsetiapsabtu
enable password raffaragahdo
log stdout
!
!
!
interface eth0
!
interface eth1
!
interface lo
!
interface sit0
!
router ospf
ospf router-id 10.0.0.1
network 10.0.0.1/32 area 0.0.0.0
network 192.168.1.0/24 area 0.0.0.0
network 192.168.2.0/24 area 0.0.0.0
!
line vty
!
end
Simpan hasil konfigurasi
ospf-unsri# copy run startup-config
Konfigurasi buat OSPF akan disimpan pada file ospfd.conf
Configuration saved to /etc/quagga/ospfd.conf
Ketik exit untuk keluar dari OSPF
ospf-unsri#exit
Connection closed by foreign host.
Sampai disini tutorial step by step mulai dari instalasi Centos 5.2 dan konfigurasi sederhana pada Quagga telah kita lakukan, router kita telah siap untuk menerima tugas selanjutnya, pada tulisan berikutnya kita akan coba untuk melakukan routing dengan beberapa router dengan OS yang berbeda dan dengan skenario yang lebih komplek , kita akan melihat bagaimana mereka melakukan tugasnya sebagai router dalam meneruskan paket dari suatu network menuju network lain.
Sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang berguna bagi orang lain, mari saling berbagi dan menulislah, sebab ilmu laksana binatang liar, jinakkan mereka dengan cara menulis.
Download pdf
instalasi-step-by-step-routing-daemon-quagga-pada-centos-5e280a6
Routing antara Vyatta dan Quagga pada Centos 5.2 dengan Protocol OSPF
[root@quagga ~]# cd /etc/quagga/
[root@quagga quagga]# ls
bgpd.conf.sample ospfd.conf.sample vtysh.conf zebra.conf.sample
bgpd.conf.sample2 ripd.conf.sample vtysh.conf.sample
ospf6d.conf.sample ripngd.conf.sample zebra.conf
[root@quagga quagga]#
[root@quagga quagga]# mv zebra.conf zebra.conf.backup
[root@quagga quagga]# cp zebra.conf.sample zebra.conf
[root@quagga quagga]# cp ospfd.conf.sample ospfd.conf
[root@quagga quagga]#
[root@quagga quagga]# vi /etc/services
————————————————cut——————————————————–
# Ports numbered 2600 through 2606 are used by the zebra package without
# being registred. The primary names are the registered names, and the
# unregistered names used by zebra are listed as aliases.
hpstgmgr 2600/tcp zebrasrv # HPSTGMGR
hpstgmgr 2600/udp # HPSTGMGR
discp-client 2601/tcp zebra # discp client
discp-client 2601/udp # discp client
discp-server 2602/tcp ripd # discp server
discp-server 2602/udp # discp server
servicemeter 2603/tcp ripngd # Service Meter
servicemeter 2603/udp # Service Meter
nsc-ccs 2604/tcp ospfd # NSC CCS
————————————————cut——————————————————–
[root@quagga quagga]# telnet 127.0.0.1 2601
Trying 127.0.0.1…
Connected to quagga.ragahdo.net (127.0.0.1).
Escape character is ‘^]’.
Hello, this is Quagga (version 0.98.6).
Copyright 1996-2005 Kunihiro Ishiguro, et al.
User Access Verification
Password:
Router> enable
Password:
Router# configure t
Router# configure terminal
Router(config)# interface eth0
Router(config-if)# ip address 192.168.1.99/24
Router(config-if)# no shutdown
Router(config-if)# exit
Router(config)# interface eth1
Router(config-if)# ip address 192.168.2.1/24
Router(config-if)# no shutdown
Router(config-if)# exit
Router(config)# interface lo
Router(config-if)# ip address 10.0.0.1/32
Router(config-if)# exit
Router(config)# hostname quagga-unsri
quagga-unsri(config)# enable password kayarayaselamanya
quagga-unsri(config)# password matimasuksurga
quagga-unsri(config)# exit
quagga-unsri# show running-config
Current configuration:
!
hostname quagga-unsri
password matimasuksurga
enable password kayarayaselamanya
!
interface eth0
ip address 192.168.1.99/24
ipv6 nd suppress-ra
!
interface eth1
ip address 192.168.2.1/24
ipv6 nd suppress-ra
!
interface lo
ip address 10.0.0.1/32
!
interface sit0
ipv6 nd suppress-ra
!
!
–More-
quagga-unsri# copy running-config startup-config
Configuration saved to /etc/quagga/zebra.conf
quagga-unsri# exit
Connection closed by foreign host.
[root@quagga quagga]# telnet 127.0.0.1 2604
Trying 127.0.0.1…
Connected to quagga.ragahdo.net (127.0.0.1).
Escape character is ‘^]’.
Hello, this is Quagga (version 0.98.6).
Copyright 1996-2005 Kunihiro Ishiguro, et al.
User Access Verification
Password:
ospfd> enable
ospfd# configure terminal
ospfd(config)# router ospf
ospfd(config-router)# network 192.168.1.0/24 area 0
ospfd(config-router)# network 192.168.2.0/24 area 0
ospfd(config-router)# network 10.0.0.1/32 area 0
ospfd(config-router)# router-id 10.0.0.1
ospfd(config-router)# exit
ospfd(config)# hostname ospf-unsri
ospf-unsri(config)# enable password raffaragahdo
ospf-unsri(config)# password palembanglampungsetiapsabtu
ospf-unsri(config)# exit
ospf-unsri# show running-config
Current configuration:
!
hostname ospf-unsri
password palembanglampungsetiapsabtu
enable password raffaragahdo
log stdout
!
!
!
interface eth0
!
interface eth1
!
interface lo
!
interface sit0
!
router ospf
ospf router-id 10.0.0.1
network 10.0.0.1/32 area 0.0.0.0
network 192.168.1.0/24 area 0.0.0.0
network 192.168.2.0/24 area 0.0.0.0
!
line vty
!
end
ospf-unsri# copy run startup-config
Configuration saved to /etc/quagga/ospfd.conf
ospf-unsri#
Welcome to Vyatta.
This system is open-source software. The exact distribution terms for
each module comprising the full system are described in the individual
files in /usr/share/doc/*/copyright.
Last login: Thu Apr 29 22:42:44 2010
vyatta@vyatta:~$ configure
vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth0 address 192.168.2.2/24
[edit]
vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 address 192.168.3.1/24
[edit]
vyatta@vyatta# set interfaces loopback lo address 10.0.0.2/32
[edit]
vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.2.0/24
[edit]
vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 192.168.3.0/24
[edit]
vyatta@vyatta# set protocols ospf area 0 network 10.0.0.2/32
[edit]
vyatta@vyatta# set protocols ospf log-adjacency-changes
[edit]
vyatta@vyatta# set protocols ospf parameters router-id 10.0.0.2
[edit]
vyatta@vyatta# set system host-name vyatta-unsri
[edit]
vyatta@vyatta# commit
[edit]
vyatta@vyatta# save
Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…
Done
[edit]
vyatta@vyatta# exit
exit
vyatta@vyatta:~$ show ip route
Codes: K - kernel route, C - connected, S - static, R - RIP, O - OSPF,
I - ISIS, B - BGP, > - selected route, * - FIB route
O>* 10.0.0.1/32 [110/20] via 192.168.2.1, eth0, 00:02:07
O 10.0.0.2/32 [110/10] is directly connected, lo, 00:02:20
C>* 10.0.0.2/32 is directly connected, lo
C>* 127.0.0.0/8 is directly connected, lo
O>* 192.168.1.0/24 [110/20] via 192.168.2.1, eth0, 00:02:07
O 192.168.2.0/24 [110/10] is directly connected, eth0, 00:02:26
C>* 192.168.2.0/24 is directly connected, eth0
O 192.168.3.0/24 [110/10] is directly connected, eth1, 00:02:20
C>* 192.168.3.0/24 is directly connected, eth1
vyatta@vyatta:~$ show ip ospf neighbor detail
Neighbor 10.0.0.1, interface address 192.168.2.1
In the area 0.0.0.0 via interface eth0
Neighbor priority is 1, State is Full, 6 state changes
Most recent state change statistics:
Progressive change 3m44s ago
DR is 192.168.2.1, BDR is 192.168.2.2
Options 2 *|-|-|-|-|-|E|*
Dead timer due in 29.211s
Database Summary List 0
Link State Request List 0
Link State Retransmission List 0
Thread Inactivity Timer on
Thread Database Description Retransmision off
Thread Link State Request Retransmission on
Thread Link State Update Retransmission on
vyatta@vyatta:~$
[root@quagga quagga]# telnet 127.0.0.1 2604
Trying 127.0.0.1…
Connected to quagga.ragahdo.net (127.0.0.1).
Escape character is ‘^]’.
Hello, this is Quagga (version 0.98.6).
Copyright 1996-2005 Kunihiro Ishiguro, et al.
User Access Verification
Password:
ospf-unsri> enable
Password:
ospf-unsri# show ip ospf neighbor detail
Neighbor 10.0.0.2, interface address 192.168.2.2
In the area 0.0.0.0 via interface eth1
Neighbor priority is 1, State is Full, 5 state changes
DR is 192.168.2.1, BDR is 192.168.2.2
Options 2 *|-|-|-|-|-|E|*
Dead timer due in 00:00:34
Database Summary List 0
Link State Request List 0
Link State Retransmission List 0
Thread Inactivity Timer on
Thread Database Description Retransmision off
Thread Link State Request Retransmission on
Thread Link State Update Retransmission on
ospf-unsri#
Integrasi Inherent dan Internet dengan memanfaatkan routing OSPF dan Default Routing dengan Vyatta (Case Study AMIK-STMIK Riau)

Pada Router Inherent Perguruan Tinggi
Login ke router
login as: vyatta
vyatta@167.205.148.26’s password:
Linux vyatta 2.6.26-1-486-vyatta #1 SMP Fri Feb 27 01:04:20 GMT 2009 i686
Welcome to Vyatta.
This system is open-source software. The exact distribution terms for
each module comprising the full system are described in the individual
files in /usr/share/doc/*/copyright.
Last login: Mon Dec 7 08:39:26 2009
Masuk ke Configuration Mode
vyatta@vyatta:~$ configure
[edit]
Beri nama hostname pada router
vyatta@vyatta# set system host-name router-inherent
[edit]
Set IP address pada tiap interface
vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth0 address 167.205.182.206/30
[edit]
vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 address 167.205.148.25/29
[edit]
vyatta@vyatta# set interfaces loopback lo address 118.98.240.208/32
[edit]
vyatta@vyatta# commit
[edit]
vyatta@vyatta# save
Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…
Done
[edit]
Set routing protocol OSPF
vyatta@vyatta# set protocols ospf area 69 network 167.205.182.204/30
[edit]
vyatta@vyatta# set protocols ospf area 69 network 167.205.148.24/29
[edit]
vyatta@vyatta# set protocols ospf area 69 network 118.98.240.208/32
[edit]
vyatta@vyatta# set protocols ospf log-adjacency-changes
[edit]
vyatta@vyatta# set protocols ospf parameters router-id 118.98.240.208
[edit]
vyatta@vyatta# commit
[edit]
vyatta@vyatta# save
Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…
Done
[edit]
Aktifkan ssh dan https
vyatta@vyatta# set service ssh allow-root false
[edit]
vyatta@vyatta# set service ssh port 22
[edit]
vyatta@vyatta# set service https
[edit]
vyatta@vyatta# commit
Generating a 1024 bit RSA private key
..++++++
……………………………..++++++
writing new private key to ‘/etc/lighttpd/server.pem’
—–
Stopping web server: lighttpd.
Starting web server: lighttpd.
Stopping PAGER server
Starting PAGER server
[edit]
vyatta@vyatta# save
Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…
Done
[edit]
Pada Router Inherent-Internet
Login pada router
login as: vyatta
vyatta@167.205.148.26’s password:
Linux vyatta 2.6.26-1-486-vyatta #1 SMP Fri Feb 27 01:04:20 GMT 2009 i686
Welcome to Vyatta.
This system is open-source software. The exact distribution terms for
each module comprising the full system are described in the individual
files in /usr/share/doc/*/copyright.
Last login: Mon Dec 7 08:39:26 2009
Masuk ke Configuration Mode
vyatta@vyatta:~$ configure
[edit]
Beri nama hostname pada router
vyatta@vyatta# set system host-name router-inherent-internet
[edit]
Set IP address pada tiap interface
vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth0 address 167.205.148.26/29
[edit]
vyatta@vyatta# set interfaces ethernet eth1 address 202.152.41.102/29
[edit]
vyatta@vyatta# commit
[edit]
vyatta@vyatta# save
Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…
Done
[edit]
Set routing protocol OSPF
vyatta@vyatta# set protocols ospf area 69 network 167.205.148.24/29
[edit]
vyatta@vyatta# set protocols ospf area 69 network 202.152.41.96/29
[edit]
vyatta@vyatta# set protocols ospf log-adjacency-changes
[edit]
vyatta@vyatta# commit
[edit]
vyatta@vyatta# save
Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…
Done
[edit]
Aktifkan ssh dan https
vyatta@vyatta# set service ssh allow-root false
[edit]
vyatta@vyatta# set service ssh port 22
[edit]
vyatta@vyatta# set service https
[edit]
vyatta@vyatta# commit
Generating a 1024 bit RSA private key
..++++++
……………………………..++++++
writing new private key to ‘/etc/lighttpd/server.pem’
—–
Stopping web server: lighttpd.
Starting web server: lighttpd.
Stopping PAGER server
Starting PAGER server
[edit]
vyatta@vyatta# save
Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…
Done
[edit]
Buat default routing menuju internet
vyatta@vyatta# set protocols static route 0.0.0.0/0 next-hop 202.152.41.97
[edit]
vyatta@vyatta# commit
[edit]
vyatta@vyatta# save
Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…
Done
[edit]
Buat NAT menuju ke Inherent dan ke internet
vyatta@vyatta# set service nat rule 1 description NAT-Inherent
[edit]
vyatta@vyatta# set service nat rule 1 outbound-interface eth0
[edit]
vyatta@vyatta# set service nat rule 1 type masquerade
[edit]
vyatta@vyatta# commit
[edit]
vyatta@vyatta# save
Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…
Done
[edit]
vyatta@vyatta# set service nat rule 2 description NAT-to-Internet
[edit]
vyatta@vyatta# set service nat rule 2 outbound-interface eth1
[edit]
vyatta@vyatta# set service nat rule 2 type masquerade
[edit]
vyatta@vyatta# commit
[edit]
vyatta@vyatta# save
Saving configuration to ‘/opt/vyatta/etc/config/config.boot’…
Done
[edit]
vyatta@vyatta#
Pada web server kita ubah gateway menuju ke IP 202.152.41.102/29 sehingga server kita tetap mempunyai satu gateway, adapun routing menuju ke internet akan di belokkan router kita menuju IP 202.152.41.97/29. Selamat mencoba :)..
Download pdf
integrasi-inherent-dan-internet-dengan-memanfaatkan-routing OSPF
Konsep Name Server dan Teknik Virtual Hosting
DNS (Domain Name System) adalah suatu system yang berfungsi dalam mentranslasi suatu alamat host (seperti candra.unsri.ac.id) menjadi alamat IP (seperti 222.124.194.11). Secara prinsip alamat yang digunakan untuk mencari suatu tujuan/destination bukanlah menggunakan nama itu sendiri tetapi menggunakan IP address. Hal ini dijelaskan dalam prinsip berdasarkan model referensi OSI. Pada saat terjadi encapsulation segment menjadi packet maka akan terjadi penambahan header pada layer network yaitu alamat IP, yaitu alamat yang akan dituju maupun alamat sipengirim itu sendiri. Peristiwa pencarian alamat IP ini terjadi di upper layer yaitu lapisan Application, dimana DNS akan mengirim query atau permintaaan menuju DNS Server, untuk menanyakan alamat IP dari host yang akan dituju. Setelah alamat ini didapatkan, maka alamat ini akan ditambahkan oleh lapisan network terhadap semua segment yang diterima dari lapisan transport. Penggunaan DNS ini sangat penting sebab kemampuan otak manusia untuk mengingat deretan angka jauh lebih sulit ketimbang mengingat nama. Hampir semua layanan di network dicari dengan menggunakan nama, seperti web, mail maupun layanan lain seperti telnet, ssh sebagai pengganti penggunaan IP address dalam mengakses layanan sehingga memudahkan terjadinya komunikasi. Ada hal yang harus diperhatikan dalam mengartikan DNS Server dan Name Server, walaupun DNS Server dan Name Server ini terdapat pada daemon yang sama, tetapi mereka sebenarnya berbeda satu sama lain, DNS berfungsi mentranslasi nama, sehingga ketika ada permintaan dari client akan suatu nama, maka DNS akan menjawab permintaan ini dengan memberikan alat IP dari host yang akan dituju, apabila alamat yang dicari tadi tidak dimiliki oleh DNS maka DNS akan mencari menuju DNS lain, DNS lain akan memberikan sedangkan Name Server, adalah server yang mempunyai otoritas dalam membuat nama yang di cari oleh DNS Server.























































